Untuk Anakku

Bismillaah.

Anakku,
Hidup adalah anugerah, kesempatan yang Allah berikan sebagai modal, ladang untuk menanam kebaikan, agar bisa dituai dengan baik di akhirat. Tidak akan pernah ada kesempatan ke dua, apalagi ke tiga.

Anakku,
Di masa yang serba singkat ini, apakah kita akan menyia-nyiakan waktu yang Allah berikan dengan hal yang tidak berguna?

Ingat, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Setidaknya, bantulah diri sendiri untuk berusaha taat, meraih cinta Allah. Baca lebih lanjut

Iklan

Surat Untuk Anak Gadisku

 

Hari ini usiamu genap 4 tahun anakku. Maafkan Ummi, tidak ada balon mengkilat yang tergantung di sudut atap ruangan. Tidak ada lilin yang tertancap di kue tart berhias namamu. Tidak ada deretan hadiah terbungkus rapi di depanmu…..

Tahukah engkau cinta, waktu terus bergulir, berganti hari, bulan dan tahun. Memang ada satu hari bersejarah buatmu dan juga buat Ummi. Ya, hari saat engkau dilahirkan ke dunia ini. Ummi harap kelak engkau paham, bahwa tidak hanya di hari istimewamu saja. Perhatikanlah jejak yang telah engkau tinggalkan dalam hidup ini. Adakah goresan putih, hitam dan kelabu terukir di sana?

Anakku cinta…
Tahukah engkau sayang, dulu ketika sebuah ayat turun mewajibkan kita, para perempuan mengulurkan jilbabnya, serta merta para sahabiyah dari kaum Anshar merobek kainnya dan segera menutupi indah rambutnya dari para ajnabi….

Ah, gerah tentu saja pada mulanya. Tetaplah bertahan. Setiap syari’at terkandung manfaat dan hikmat di dalamnya. Ia akan melindungi halus kulitmu dari sengatan matahari. Melindungimu dari tatapan liar para pria yang lalai menundukkan pandangannya darimu.

Tetaplah bertahan sayang… Biarlah keindahan gerai makhkota rambutmu tertutup rapi dalam balutan jilbabmu.

Tahukah engkau, anakku…. Ketika engkau melangkah keluar rumah, syetan akan menghiasimu dari kiri, kanan, atas, bawah, depan dan belakangmu. Melepaskan setiap busur panahnya, mengelabui setiap mata pria untuk berkhayal tentangmu? Yaa Rabb, jagalah anak gadisku ini….

Sekarang engkau mengerti anakku cinta? Ketika masamu telah cukup dewasa, tutuplah setiap perhiasan itu. Biarkan ia terjaga hanya untuknya yang dihalalkanNYA untukmu, suamimu….

Anak gadisku, pelita mataku….
Kita para perempuan mengemban tugas luar biasa sebagai penerus perjuangan. Pemegang estafet manhaj para nabi… Dari kitalah kelak berharap akan lahir para mujahid yang berjuang menegakkan kalimahNYA. Berjuang dengan ilmu dan amal. Ingatlah, Islam tidak pernah mengajarkan kedzaliman kepada siapapun, bahkan terhadap seekor semut yang bertasbih memujiNYA. Ketika kita berusaha menggigit dengan geraham setiap perintahNYA dan mengikuti sunnahnya, dialah haq, kebenaran.

Dan tahukah engkau cinta? Bahwa perjuangan seorang perempuan adalah di dalam rumahnya… Di tangan kita terletak ke mana bangsa dan umat ini akan melangkah… Tentu, karena yang terdekat kesehariannya denganmu adalah keluarga, anak-anakmu… Do’akan Ummi sehat agar dapat  melihat mereka dan memanggil Ummi, nenek.

Anak gadisku cinta…
Tetaplah engkau bersama kakakmu merapatkan barisan, bergenggaman tangan dalam kebajikan. Saling menjaga, mengingatkan dalam ketakwaan dan kesabaran…

 

Mencintaimu anak-anakku

 

Sungguh tidak ada yang diharapkan dari kami para orang tua, selain melihatmu bahagia. Tidak harta, pula yang lainnya.
Cukup do’amu untuk kami di setiap akhir shalatmu, kiranya Allah mengampuni setiap dosa kami, ibu dan ayahmu….

Anak gadisku….
Ummi mencintaimu sayang….
Rabb, jagalah anakku, anak gadis dan anak bujangku dalam iman dan cintaMU. Jagalah mereka juga seluruh kaum muslimin dan muslimat sebagai saudaranya hingga selamat dalam perjalanan menuju perjumpaan dan meraih ridhaMU…

Ummi berharap, suatu saat kelak, engkau akan membaca surat ini, meskipun Ummi sudah tidak lagi bersama kalian.

Yakinlah, Ummi mencintai kk dan dd hingga kembali menghadapNYA….

Assalaamu’alaikum Wa rahmatullaahi wa baarakaatuh.

Ummi

ANAK BUJANGKU

 

Tahukah engkau anakku, hari ini delapan tahun yang lalu adalah hari yang sangat membahagiakan untuk ummi. Kerinduan yang teramat dalam agar dapat segera memelukmu erat, menggenggam jemari mungilmu, membaui wangi aroma tubuhmu. Hari penuh sejarah saat Ummi diberiNya kepercayaan menjadi seorang ibu…..

Waktu berlalu cepat. Engkau mulai berguling, merangkak, berjalan, menjelajah setiap pelosok rumah. Saat-saat yang menakjubkan. Ada saat Ummi tidak sabar menghadapimu, rengekan dan tangisanmu berbuah pukulan atau cubitan di pahamu….. Maafkan Ummi anakku….. Semua itu tidak berhak engkau dapatkan. Ummi yang memaksakan kehendak untuk dewasa lebih cepat dalam tubuh mungilmu….. Ini keliru, pemahaman yang masih dangkal, egoisme sebagai orangtua, ketidaksiapan akan sebuah penolakan. Iya, engkau tidak bermaksud membangkang, hanya ingin berkata dengan bahasa dan caramu yang terkadang tidak Ummi mengerti…..

Tahukah engkau sayang, setelah semua terjadi, Ummi menjadi lebih sakit dari yang engkau rasakan. Berharap itu semua tidak pernah menimpamu. Berharap ingatan buruk itu lenyap tak berbekas. Karena jika engkau sakit, lukamu menjadi luka menganga di hati Ummi…..

Anakku sayang…..

Kita memang teramat dekat. Tahukah engkau bahwa Ummi tidak dapat selamanya berada di sampingmu. Akan datang suatu masa di mana engkau harus melakukan segala sesuatunya sendiri, tanpa kehadiran Ummi. Seperti sebuah nasehat yang disampaikan nenek buyutmu, percaya dirilah, berdirilah engkau dengan kokoh memegang kebenaran. Agar betapa pun kuatnya pengaruh buruk dari luar, engkau tetap setia di jalan yang lurus.

Anakku sayang……

Hidup di dunia ini memang akan tampak indah dan menyilaukan. Ah Ummi juga masih jauh dari zuhud. Carilah ilmu seluasnya, dapatkan karuniaNya seperlunya. Jangan ikatkan hatimu dengannya. Ingatlah pesan nabi kita agar kita jauhi sikap wahn yang dapat menyebabkan kita cinta dunia dan takut mati. Na’udzubillah min dzaalik…..

Anakku sayang……

Betapa bangganya Ummi padamu. Segala puji dan syukur kepadaNya yang telah memberimu kecerdasan pemikiran. Bahagianya seandainya ummi dapat melihat kepak sayap malaikat saat engkau melangkahkan kaki untuk mencari ilmu. Belajarlah yang tekun wahai anak bujangku…Dalami dan sebarkan kepada setiap insan agar mereka pun dapat mengambil manfaatnya darimu.

Sebaik-baik kita adalah yang memberi manfaat pada sesama. Tentu membahagiakan jika hadirmu dinantikan dengan penuh kerinduan. Ummi memang teramat sangat terbatas, belum bisa menjadi teladan yang baik buatmu. Kita sama-sama belajar yukk, belajar tidak mengenal usia, engkau juga bisa menjadi guru yang baik agar ummi juga tidak lelah belajar menjadi ibu yang baik untukmu.

Anakku sayang……

Teringat Ummi akan nasehat Luqman yang tertulis abadi di dalam Al-Qur’an:

“…..Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang besar. ” (QS.  LUQMAN 31:13)

Jalan terbentang luas di depanmu. Do’a Ummi menyertai di setiap langkahmu.

Yaa Allah, yaa Rabb…. Saya titipkan anak bujangku, juga anak gadisku padaMu. Bahwa Engkau adalah sebaik-baik Pelindung dan Penolong. Anugerahkanlah mereka keimanan yang teguh, kesehatan jiwa dan raga. Berkahi dan istiqamahkanlah mereka agar selalu menetapi kebenaran. Menjadi pribadi yang mencintaiMu, rasulMu, umatMu, juga kami orang tuanya. Cintailah anak-anakku Ya Allah Yaa Rabb agar bahagia hidup mereka di dunia dan akhirat. Aamiin.

Terakhir anak bujangku sayang, penyejuk mata Ummi, jaga pula adikmu…. Bergenggaman erat kalian meniti jalanNya. Ummi mencintai kalian….

Mencintaimu anak-anakku