Anak Ayam Ungu

Anak Ayam Ungu by Lia HijihawuSeekor anak ayam menghampiri saya yang tengah berada di halaman depan rumah. Mungkin usianya baru satu minggu. Entah apa yang dirasakannya? Mengira saya induknya karena sama persis warna bulunya dengan jilbab yang saya kenakan?:mrgreen:

Yang pasti dia lapar! Sebutir beras tampak terlalu besar untuknya. Dedak saya tidak punya. Jadilah bulir beras itu saya tumbuk dengan batu. Barulah anak ayam itu mau memakannya.

Melihatnya sangat menggemaskan. Dengan bulu-bulunya yang lembut dan suara ciak-ciaknya yang imut, langsung saya dibuat jatuh hati. Terlebih putri saya, karena anak ayam itu ungu!

Ketika anak ayam ini terjatuh ke dalam kubangan, saya keringkan dengan tissue dan tissue pun berwarna ungu. Luntur! Warna ngejreng memang terlihat lebih menarik minat pembeli anak-anak. Penasaran melihat proses pembuatannya di u2b,sangat tidak manusiawi. Anak ayam malang… Kita ini kadang memang keterlaluan. Demi rupiah, berbuat keji kepada makhluk ciptaanNya, dzhalim!

Sore hari, anak tetangga saya lewat. Wajahnya murung. Begitu saya tanyakan apakah anak ayam ungu itu miliknya dan ia mengangguk, serta merta wajahnya menjadi ceria. Keesokan harinya suara ciak-ciak itu tidak terdengar lagi, mungkin ia sudah mati dimakan kucing atau tikus karena kandangnya berupa kardus kecil diletakkan di teras luar atau mungkin ia mati kedinginan dan keracunan karena tidak sanggup terpapar pewarna tekstil di seluruh tubuhnya. Entahlah….

2 thoughts on “Anak Ayam Ungu

Pendapat Sahabat :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s