ANAK BUJANGKU

 

Tahukah engkau anakku, hari ini delapan tahun yang lalu adalah hari yang sangat membahagiakan untuk ummi. Kerinduan yang teramat dalam agar dapat segera memelukmu erat, menggenggam jemari mungilmu, membaui wangi aroma tubuhmu. Hari penuh sejarah saat Ummi diberiNya kepercayaan menjadi seorang ibu…..

Waktu berlalu cepat. Engkau mulai berguling, merangkak, berjalan, menjelajah setiap pelosok rumah. Saat-saat yang menakjubkan. Ada saat Ummi tidak sabar menghadapimu, rengekan dan tangisanmu berbuah pukulan atau cubitan di pahamu….. Maafkan Ummi anakku….. Semua itu tidak berhak engkau dapatkan. Ummi yang memaksakan kehendak untuk dewasa lebih cepat dalam tubuh mungilmu….. Ini keliru, pemahaman yang masih dangkal, egoisme sebagai orangtua, ketidaksiapan akan sebuah penolakan. Iya, engkau tidak bermaksud membangkang, hanya ingin berkata dengan bahasa dan caramu yang terkadang tidak Ummi mengerti…..

Tahukah engkau sayang, setelah semua terjadi, Ummi menjadi lebih sakit dari yang engkau rasakan. Berharap itu semua tidak pernah menimpamu. Berharap ingatan buruk itu lenyap tak berbekas. Karena jika engkau sakit, lukamu menjadi luka menganga di hati Ummi…..

Anakku sayang…..

Kita memang teramat dekat. Tahukah engkau bahwa Ummi tidak dapat selamanya berada di sampingmu. Akan datang suatu masa di mana engkau harus melakukan segala sesuatunya sendiri, tanpa kehadiran Ummi. Seperti sebuah nasehat yang disampaikan nenek buyutmu, percaya dirilah, berdirilah engkau dengan kokoh memegang kebenaran. Agar betapa pun kuatnya pengaruh buruk dari luar, engkau tetap setia di jalan yang lurus.

Anakku sayang……

Hidup di dunia ini memang akan tampak indah dan menyilaukan. Ah Ummi juga masih jauh dari zuhud. Carilah ilmu seluasnya, dapatkan karuniaNya seperlunya. Jangan ikatkan hatimu dengannya. Ingatlah pesan nabi kita agar kita jauhi sikap wahn yang dapat menyebabkan kita cinta dunia dan takut mati. Na’udzubillah min dzaalik…..

Anakku sayang……

Betapa bangganya Ummi padamu. Segala puji dan syukur kepadaNya yang telah memberimu kecerdasan pemikiran. Bahagianya seandainya ummi dapat melihat kepak sayap malaikat saat engkau melangkahkan kaki untuk mencari ilmu. Belajarlah yang tekun wahai anak bujangku…Dalami dan sebarkan kepada setiap insan agar mereka pun dapat mengambil manfaatnya darimu.

Sebaik-baik kita adalah yang memberi manfaat pada sesama. Tentu membahagiakan jika hadirmu dinantikan dengan penuh kerinduan. Ummi memang teramat sangat terbatas, belum bisa menjadi teladan yang baik buatmu. Kita sama-sama belajar yukk, belajar tidak mengenal usia, engkau juga bisa menjadi guru yang baik agar ummi juga tidak lelah belajar menjadi ibu yang baik untukmu.

Anakku sayang……

Teringat Ummi akan nasehat Luqman yang tertulis abadi di dalam Al-Qur’an:

“…..Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang besar. ” (QS.  LUQMAN 31:13)

Jalan terbentang luas di depanmu. Do’a Ummi menyertai di setiap langkahmu.

Yaa Allah, yaa Rabb…. Saya titipkan anak bujangku, juga anak gadisku padaMu. Bahwa Engkau adalah sebaik-baik Pelindung dan Penolong. Anugerahkanlah mereka keimanan yang teguh, kesehatan jiwa dan raga. Berkahi dan istiqamahkanlah mereka agar selalu menetapi kebenaran. Menjadi pribadi yang mencintaiMu, rasulMu, umatMu, juga kami orang tuanya. Cintailah anak-anakku Ya Allah Yaa Rabb agar bahagia hidup mereka di dunia dan akhirat. Aamiin.

Terakhir anak bujangku sayang, penyejuk mata Ummi, jaga pula adikmu…. Bergenggaman erat kalian meniti jalanNya. Ummi mencintai kalian….

Mencintaimu anak-anakku

7 thoughts on “ANAK BUJANGKU

Pendapat Sahabat :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s