SELANGKAH KAKI DI GUNUNG BATU

Gunung Batu terletak di Desa Sukamakmur, Jonggol,Jawa Barat. Dari arah Jakarta, tidak jauh setelah Pasar Cariu, kita akan sampai di pintu masuk Gunung Batu. Kita bisa menuju ke sana melalui Gunung Batu1 dan Gunung Batu2. Jika melalui Gunung Batu1,kita akan dihadapkan dengan jalan yang benar-benar mendaki, nanjak terus. Pastikan kendaraan yang kita gunakan benar-benar dalam kondisi yang bagus. Medan yang berat bikin motor merayap, seru dan menegangkan. Perjalanan akan lebih mudah jika kita melalui Gunung Batu2. Jalanan lebih mulus dan bisa dibilang kita tidak menemui tanjakan ekstrim, kecuali setelah melalui pertigaan dan bertemu dengan jalan yang berasal dari Gunung Batu1.

Jalan Utama Gunung Batu1 by Lia Hijihawu

Gunung Batu Dari Kejauhan by Lia Hijihawu   Mejeng bareng suami di Gunung Batu by Lia Hijihawu

Di sepanjang perjalanan, cuaca yang sejuk menghijau memanjakan mata. Di sini, buka sejenak masker atau kaca mobil kita. Kita bisa menghirup wanginya cendana yang semerbak.

Semerbak Wangi Cendana di Gunung Batu by Lia HijihawuKendaraan bisa diparkir di tempat parkir 1 dan tempat parkir2 di sebelah atas. Saat saya ke sana hari Sabtu, 20 Juni 2015 yang lalu, ada peringatan yang dipasang di sana, bahwa pendakian ditutup, sampai ada pemberitahuan kembali. Di sana memang tidak ada petugas yang berjaga. Entah karena tengah memasuki bulan Ramadhan atau pendakian yang cukup berbahaya setelah menurut warga setempat ada yang meninggal karena tidak memegang tali di puncak gunung. Yang jelas suasana sepi, selain tiga orang pendaki yang turun dan dua pemuda yang tengah naik.

Peringatan buat Pendaki Gunung BatuPenasaran dengan gunung ini, saya bandel memutuskan belajar mendaki untuk pertama kalinya. Sebelum memasuki pos pertama, baca dulu Tata Tertib Mendaki.Tata Tertib Mendaki Gunung BatuBerjalan sedikit, kita sampai di sebuah kedai, persis di depan jalan setapak menuju Gunung Batu.

Pos Pertama Gunung BatuMedan sangat terjal, tanah yang kering berpasir, diselingi batu-batu besar yang mempermudah pendakian. Nafas mulai satu dua, ngosh-ngoshan berat. Mendaki tanpa persiapan lahir batin, ternyata sulit teman. Saya hampir terpeleset beberapa kali. Rasa takut ketinggian saya mulai hadir. Jangan lihat ke belakang. Jangan lihat ke belakang. Akhirnya di pendakian perdana ini, saya menyerah. Menyedihkan. Nyali tipis bikin saya ciut, jangan-jangan hidup saya selesai sampai di sini. Cemen.

Istirahat Sejenak di awal pendakian Gunung BatuNaik Gunung Batu

Indahnya Bumi JonggolGalau Gagal Naik ke Puncak Gunung Batu

Turun pun ternyata tidak mudah. Amatir beratttt. Jempol saya buat sahabat yang berhasil mendaki hingga ke puncak Gunung Batu dan mengibarkan bendera di sana. Sementara saya harus galau karena tidak berhasil naik. Di kaki gunung, ada sebuah batu besar yang menarik perhatian saya. Mejeng sebentar, ternyata persis di depan batu adalah bekas areal sawah yang tertutup semak belukar. Alhasil sepatu saya nyungsep dan berlumur lumpur, mantappp.

Kaki Gunung BatuHari menjelang ashar. Sepatu saya bersihkan di Masjid Jami Ummul Qura yang terletak di sebelah atas setelah pertigaan jalan. Masjidnya baru sebulan diresmikan, megah berdiri menghangatkan suasana warga Gunung Batu.

Masjid Jami Ummul Quro Gunung Batu by Lia HijihawuSuasana semakin hangat ketika adzan berkumandang memecah kesunyian di sana. Keramahan warga membuat saya betah. Diselingi takjil berbuka puasa, mempererat silaturahmi dengan pendatang. Teringat kibaran bendera di puncak Gunung Batu seolah memanggil saya untuk kembali mendakinya. Hari sudah malam saatnya kembali ke rumah meninggalkan sekeping hati yang tertinggal di Puncak Gunung Batu.

Pendapat Sahabat :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s