TOURING PERDANA

Menyadari kemampuan bermotor saya yang amatir, saya baru berani berkendara seputar mengantar dan menjemput anak berangkat dan pulang sekolah yang berjarak sekitar 3 km. Bapaknya bilang, perkara ngebut soal nyali, tinggal tarik gas saja. Sedangkan pembuktian keahlian justru di saat kendaraan berjalan lambat alias di kemacetan. Saat macet, diperlukan keahlian, kesabaran dan kematangan emosi. Tertib berkendara, bernyali tanpa harus seruntulan di jalan.

Perlengkapan keamanan standar biker by Lia Hijihawu

Jadilah touring pertama saya dari Jonggol menuju Bandung. Helm, jaket, kaca mata, sarung tangan, pelindung lutut dan sikut telah dikenakan. Siap meluncur. Berangkat jam 05.00 pagi, lalu lintas sudah diramaikan dengan ibu-ibu dan bapak yang pulang dari pasar dan truk-truk besar bermuatan pasir.

Jalan_mendaki_lagi_sukar_Jonggol[1]

Kontur jalan yang keriting, hampir membuat saya oleng. Amatir.πŸ˜€ . Istirahat sebentar, dilanjutkan kembali. Di puncak Jonggol, berhenti kembali, lalu klik. Medan yang naik turun memang seru. Pemandangan yang hijau dan udara yang sejuk, membuat berkendara lebih berasa asiknya.πŸ™‚

Saya_di_atas_Jonggol[1]

Di Pasar Cianjur, macet. Di sana ada bapak polisi yang setia menjaga arus lalu lintas yang padat. Saking seringnya melewati jalan ini, sampai hapal dengan sosok dan kalimat beliau yang diucapkan kepada seorang anak abg yang maju enggan, mundur tak mau, “Makanya, kalau ga bisa bawa motor, jangan ke jalan!” Jlebbb.

Selap-selip di kemacetan, motor sudah terlampau panas. Mesin mati sendiri. Sudah waktunya saya dan Iteung, motor hitam saya istirahat lagi. Berhenti di toko mart-martan. Perjalanan harus berlanjut kembali. Melewati Padalarang yang menegangkan, Cimahi yang macet dan akhirnya sampailah saya di rumah orang tua tercinta. Alhamdulillah.

Suzuki ShooterBagaimana touring perdanamu?

4 thoughts on “TOURING PERDANA

  1. Touring perdana waktu Youth Camp di Magelang, baru bisa naik motor langsung pakai motor baru, berangkat malam-malam ba’da isya pas hujan deras. Karena belum punya SIM, nekad minjem SIM mbak kos.
    Ternyata medannya naik turun, belum terbiasa pindah gigi motor. Alhasil motor macet sampai 3x. Eh, jadinya ketinggalan rombongan. Berakhir nyasar di Ketep Pass dimana udah jam 9 malam, gak ada motor lain yang lewat, tempatnya gelap tanpa penerangan, dan tidak bisa naik lagi karena kemiringan jalan sudah tidak mungkin dilewati motor.
    Itu pengalaman perdana saya naik motor yang sangat berkesan dan sukses membuat saya trauma dengan jalanan yang naik turun.πŸ˜€

  2. Turing perdana antar pulau Cimahi-LampungπŸ˜€ Edisi nekat pulkan bawa motor gegara mau dibalikin motornya ke rumah dan kalau dipaketin mahal. Mending dinaikkin,πŸ˜€
    #blog walkingπŸ™‚

Pendapat Sahabat :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s