HARUS BERDIRI

Seiring bertambah usia, ketangguhan fisik mulai menurun. Apalagi olah raga yang minim, membuat badan mudah merasa lelah. Teringat dulu saat masih imut berbelas-belas, naik turun gunung asik-asik saja, hiking hayu, berkemah apalagi. Sekarang? Harus dibuktikan lagi, meskipun sudah pesimis duluan. Hehe..

Saat kecil dulu, toko buku yang luas dan nyaman, baru ada
Gramedia saja. Meskipun cukup jauh dari rumah, menjadi tujuan belanja yang menyenangkan. Kami betah, saya dan ibu saya untuk berlama-lama di sana. Love u, Mom.

Setelah kedua anak-anak saya sekolah, berkunjung kembali ke sana tetap saja menggembirakan. Jujur, kadang jika bersama anak-anak, saya malah kerepotan menjaga anak-anak agar lebih tertib tidak berlari-lari, senggol kiri dan kanan. It’s me time.🙂

Ternyata oh ternyata, sekian lama berdiri, kaki mulai pegal, jongkok jelas nggak banget, selonjoran kebangetan, duduk bersila sepertinya boleh nih. Ehhh, ga tahunya di lantai ada tulisan ini:

Dilarang duduk di lantai

Menyiasati menghilangkan pegal yang mulai menyiksa, jadilah saya memilih melihat-lihat buku di rak yang paling bawah sambil berlutut, persis seperti posisi bersedia pelari marathon.😀

Sebuah proses alamiah bahwa penuaan adalah sesuatu yang tidak bisa terhindarkan. Tetapi saya kini sudah harus lebih menyadari bahwa kesehatan dan stamina adalah sesuatu yang sangat berharga agar saya tetap bisa hadir terlebih, jika mampu bermanfaat untuk keluarga dan sesama.

2 thoughts on “HARUS BERDIRI

Pendapat Sahabat :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s