NANJAK

Bersepeda bersama anak itu seru. Pagi atau sore, pas buat jalan-jalan. Anak-anak sudah semakin berat, berat pula boncengnya. Apalagi di jalan menanjak, semakin ngos-ngosan saya. Meskipun sepeda bergigi, jarang sekali saya pakai, ga ngerti. Jadinya asal kayuh, nyampe, beres.

Sekarang wilayah jelajah saya meluas. Jadi suka nikus, mencari jalan alternatif baru. Dan oow, ternyata banyaaak sekali tanjakan, tipikal jalan yang saya hindari. Jalan mendaki lagi sukar itu benar-benar menyesakkan dada saudara-saudara. Selama ini saat saya gowes nanjak, pasti jadi tentenger, menuntun sepeda. Gigi dianggurin… Bapaknya anak-anak kasi tips, pakai giginya… Bukan gigi yang ini—>Β :mrgreen:

Sebenarnya ada alasan traumatis mengapa saya anti ngegigi, (sembunyi di balik keamatiran). Hehe.. Pernah pas lagi ngayuh terus pindah gigi, tiba-tiba ceplokk, rantai copot ke gir terkecil, nyungsep, harus pakai obeng, ga bisa dibetulkan pakai tangan begitu saja, padahal saya mau jemput anak, ohhh.. tidakk. Alhamdulillahnya pas kejadian, tepat di depan bengkel sepeda. Jadinya selamat deh saya, mana gratis lagi. Terima kasih banget..

Perjalanan dimulai dengan memutari kampung. Pulang menuju rumah, tanjakan curam menghadang, jadilah gigi beraksi. Kiri satu, kanan satu. Gowesan super lambat, keringat menderas, napas ngos-ngosan… Ayoo, dikit lagii!!! Yesss, berhasil mendaki! Senangggg… Di puncak, saya habis. Lemes. Napas kacau. Dehidrasi. Minum yang banyak sambil istirahat sejenak. Sebuah turunan menjadi bonus lelah saya, meluncuurrr….. Wuusshh….

Saat gowes, mendaki itu sensasi. Jalan menurun adalah ekstasi. Rasakan debarannya saat melahap tanjakan. Kemudian saat turunan, rasakan robekan angin saat membelahnya. Sebuah tuntunan agar kita bertakbir saat mendaki dan bertasbih saat medan menurun.

Sore, waktunya keliling lagi dengan anak-anak. Ke tempat baru. Tanahnya merah dan kering, bergelombang. “Ummi berani jajal?” Tantang anak saya. Berani! Siip! Ga taunya, sampai diujung turunan, cekiiit. Ampuun nyali saya cetek ternyata. Turun. Ambil napas panjang. Mundur ambil ancang-ancang. Eee, anak saya ngetawain. Huuu, katanya berani! Baiklahh, siapp. Bismillah, takuuut! Akhirnya saya berani. Hahaha…. Turunan semeteran lebih, sukses membuat nyali saya ciut. Saya coba beberapa kali lagi, eeh masih payah juga, tegangnya ga ilang-ilang! Ampun dah. Akhirnya, dengan rasa takut, berhasil menuruni jalan keriting itu! Legaaa…

Ternyata, kesulitan terbesar adalah mengalahkan ketakutan diri sendiri. Meski perlahan, ketika dijalani dengan kesungguhan untuk berubah, ketakutan itu akan sirna.

19 thoughts on “NANJAK

    • Mbak El mesti nyoba jalan nanjak, pasti asik…
      Di sana kemungkinan sulit menemukan jalan keriting, mulus semua ya, Mbak. Di sini kebalikannya, sulit cari jalan mulus. Hehe..πŸ˜€

    • Kabar baik, Mbak El. Aduh saya jadi malu ngilang terus.
      Terima kasih banyak selalu memberi saya semangat buat nulis lagi.πŸ™‚

        • Keluarga sehat, Mbak El. Sekarang lagi libur gowes. Terakhir dipake bonceng lewat jalan berbatu, tewas sepedanya, belum dibetulkan lagi.

          Cerita banyak, hanya mengendap di konsep, belum diterbitkan. Kaku ide dan jari saya, mbak.

  1. Hallo mbak Lia,

    kalau mau dikirimi postcard bisa bikin postingan mbak tentang foto foto di duniaely, jadi mbak Lia comot saja foto foto yg disukai di blogku yg pantas buat dijadikan postcard, dan dibikin postingan di blog mbak Lia, gampang khan? batas terakhir bikinnya hari ini mbak tanggal 18 Mei, selengkpanya bisa dibaca di sini mbak http://duniaely.com/2014/05/06/16-kartu-pos-cantik-dari-jerman/

    pokoknya bakalan menyesal kalau nggak ikut mbak *ngompori*πŸ˜›

    • Saya minta maaf, Mbak El sudah terlalu lama tidak membalas, tidak hadir di blog Mbak El dan ikut menulis foto2 indah Mbak Ely… Minta maaf yang banyak…

Pendapat Sahabat :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s