TOLEHAN MAUT

Selama ini saya biasa jadi boncenger, dibonceng Bapaknya anak-anak. Serunya jadi boncenger, pandangan leluasa, kiri kanan, depan asik-asik saja. Terkadang rasanya mendebarkan saat motor nyalip, atau nyelip di kemacetan. Kalau ngeri, saya merem, karena kalau dilihat dari belakang seperti mau duel kambing, sudah jelas truk tronton yang ada di depan. Hihi… Satu lagi nih puyengnya jadi boncenger, saat melibas jalan yang gerowak, alias berkubang tanpa air, kepala rasa dikocok. Ampun banget!

Tukeran posisi. Sesekali saya jadi rider, suami dibonceng. Aha! Kesempatan nih! Balazzz! Ngalay dikit ternyaya seru juga. Hahaha! Nahh, kerasa deh kalo jadi boncenger itu terasa lebih mengerikan. Xixi…

Urusan perlengkapan keselamatan berkendara, bapaknya anak-anak memang cerewet. Jarak tempuh jauh atau dekat, meskipun buat ke warung beli cabe doang, wajib pake helm. Mulanya sih rasanya bikin ribet saja. Terpaksa dijabanin juga. Habisnya kalau gowes atau jalan kaki, takut dikejar anjing! Ga keren amat ya alasannya!:mrgreen:

Sekarang seperti ada yang kurang jika bermotor tanpa helm, sarung tangan dan kaca mata. Tahu sendirilah sahabat, berkendara di Indonesia kurang ramah badan. Jalan keriting, debu di mana-mana, belum lagi ranting pohon yang standby nyolok mata karena menjorok ke jalan. Perlengkapan dasar di atas, wajib dipakai biar selamat.

Perlengkapan keamanan standar biker by Lia Hijihawu

Nah, ceritanya saya pulang menjemput putri kecil saya dari sekolah. Kebiasaan jadi boncenger masih kebawa, berasa jarak udah dekat di sekitar rumah. Mata noleh ke kiri lihat model-model rumah yang lagi direnovasi. Saat fokus ke depan, sudah terlambat, saya sukses diberhentikan polisi tidur dan rebah di tanah alias ndlosorrr….

Jatuh perdana yang alhamdulillah hanya lecet kecil di kaki dan siku. Plus bengkak di matakaki karena spontan narik kaki yang tertimpa motor mau melihat keadaan putri saya. Alhamdulillah anak saya berhelm dan saya pun memakai sarung tangan, jadi telapak tangan tidak digerus aspal. Alhamdulillah…

Sekarang kecerewetan Bapaknya anak-anak memang benar terbukti. Perlengkapan keamanan berkendara, hanya terasa ribet di awal. Dengan izinNYA, insya Allah jika segala sesuatunya dilaksanakan, tertib berlalu-lintas, dll, kita akan selamat.

Tetap fokus berkendara yuk sahabat, jangan sampai karena tolehan yang tidak perlu, apalagi ‘melihat-lihat’ yang tidak dihalalkan akan berujung maut. Na’udzubillaah…

Keep safety riding!

19 thoughts on “TOLEHAN MAUT

  1. setuju banget. semenjak saya gak ngekos lagi, sekarang tiap hari kerja di perjalanan 2 jam. begitu banyak kecelakaan terjadi di depan mata karena keteledoran pengendara, gak pakai helm lah, nyelip kendaraan lain lah, atau malah melanggar lampu merah

    • Kecelakaan memang bisa terjadi kapan dan di mana saja, setidaknya dengan memakai perlengkapan standar keamanan dapat mengurangi dampak kecelakaan.

      Dua jam di jalan lama juga Puch, hati-hati selalu…

Pendapat Sahabat :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s