RUMAH MASA DEPAN

Di depan tempat saya berdiri, terhampar kebun lengkuas dan serai yang luas. Sejauh mata memandang, berderet rumpun bambu yang daunnya menghijau kembali setelah hujan sering menyapa tanah ini.

Pagi saat saya gowes bersama anak-anak menyusuri jalan yang membelah kebun, terdapat empat sampai lima kuburan. Mungkin ini tanah milik keluarga pikir saya waktu itu. Kemudian di beberapa tempat lainnya saya menemukan kembali kelompok kuburan dalam jumlah yang sama.

Hilang sudah rasa penasaran saya ketika beberapa hari kemudian, beberapa meter dari tempat saya berdiri tempo hari, terdapat papan putih bertuliskan Tempat Pemakaman Umum (TPU). Biaya proyek sekian-sekian.
Tidak lama berselang hari, gapura TPU yang sederhana sudah dibuat.

Malam di tanah ini super gelap, kecuali rembulan yang temaram menyelinap di sela rimbun rumpun bambu. Meskipun pas buat sarana uji nyali, jelas saya mah enggan sengaja gowes ke sana, gelap-gelapan di kuburan. Terima kasih deh. Haha… Apalagi selepas hujan, dijamin ban jadi donat gelinding.:mrgreen:

Area yang masih sepi ‘penghuni’. Area tanah terakhir. Area pengingat kematian yang setiap makhluk bernyawa pasti akan bertemu dengannya. Sebuah kepastian tertulis yang tidak bisa mundur dan maju meski hanya sedetik.

Hal yang ketika sampai beritanya dilarang meratap, bersedih berlebih apalagi sampai menggaruk tanah dan menyiksa diri. Hal yang harus berhati-hati ketika menziarahinya selain untuk mengingat mati. Kita adalah calon penghuni berikutnya. Kapan ya giliran saya? Ajal yang penuh misteri dan tetap menjadi rahasiaNYA.

Saya tidak pernah bermimpi kelak jasad saya dikubur di TPU bak resort berbintang. Tentu saja hak individu di tanah mana jasadnya kelak akan dibaringkan. Apakah yang megah atau cukup sebilah kayu nisan sederhana. Bagaimana denganmu sahabatku?

36 thoughts on “RUMAH MASA DEPAN

    • Kemungkinan besar dulu daerahnya wilayah perbukitan Mbak El. Karena banyak dikeruk untuk pemukiman dan jalan, yang tersisa lapisan tanah bawah, tanah merah.

      Di sini sedikit panas, kalau kemarau tanahnya agak berpasir dan gembur. Kalau musim hujan, jadi tanah liat dan lengket.

  1. Rumah akang juga deket ke pemakaman. Kata orang sih bagus untuk dzikrul maut. Tetapi kenyataannya setelah tinggal bertahun-tahun jadi kebal juga sama namanya “mengingat kematian”. (contoh manusia yang terlena urusan dunia). Astagfirulloh..!

    • Kabar baik Mbak El, terima kasih.

      Maaf komentarnya sempat tertahan dulu. Lama terbengkalai saya jadi kunci pintu. Kelamaan malah bikin semangat nulis saya berkarat, susah dibuka lagi.πŸ˜€

      Senang sekali atas sapaannya, makasi Mbak El. Kabar baik juga di sana ya..πŸ™‚

      • gpp mbak, memang nggak bisa dipaksa juga kl masih enggan ngeblog ya, semoga moodny asegera muncul deh jadi bisa baca lagi cerita dari sanaπŸ™‚

        iya mbak, kabar baik di sini, makasih yaπŸ™‚

  2. ya gak tahu juga mbak.. kehidupan setelah kematian hanya Allah yang Maha Tahu kita hanya berdo’a semoga akhir kita baik dan mendapat tempat yang baik pula di sisi-Nya Aamiin

Pendapat Sahabat :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s