MERUMPUT

Anda suka sepakbola? Saya suka nonton bola. Ketiga saudara saya laki-laki semua yang gemar bermain dan melihat pertandingan bola di lapangan dekat rumah dan di layar kaca. Karena saya satu-satunya anak perempuan, jadilah saya ketularan kehebohannya.

Sepakbola, menurut saya ia salah satu olahraga dengan busana tersopan selain karate, wushu, dsb. Bebas dari pemandu sorak yang berbaju minim dan sangat ketat. Perhatikan saja ketika para pemain memasuki lapangan, justru mereka diiringi para junior yang imut dan lucu.

Mulai ngeh tentang dunia bola sekitar awal 90-an. Di keluarga semua kompak nonton bola. Apalagi jika yang bermain Ruud Gullit, Frank Rijkard, Ronald Koeman, kenapa Tim Oranye semua ya? Para pemain ini dulu sedang jaya-jayanya. Berbicara tentang jaya , saya jadi teringat pelatih Jaya Hartono, pelatih favorit selain Pep. Untuk kiper saya suka David Simmons dan Barthez. Tahun dua ribuan Zinedine Zidane, tentu saja. Sekarang Messi.

Ini lapangan bola dekat rumah.

Mohon maaf, berhubung bola di kita lebih ramai dengan kekisruhannya, saya jenuh melihat sepakbola tanah air. Padahal dulu saya pendukung Persib, Persipura dan Sriwijaya FC.

Saya hanya satu kali menyaksikan pertandingan bola secara langsung di Stadion Siliwangi Bandung sekitar tahun 1996. Tim yang berlaga adalah Persib, lawannya sudah lupa. Terjadi saat saya masih berseragam abu-abu.

Tiba di stadion bersama tiga sahabat perempuan saya. Barangkali karena dikira kami sedang mabal alias bolos sekolah, padahal tidak, waktu itu kami pulang dari magang di sebuah instansi, kami berempat dianjurkan pulang oleh prajurit TNI. Tentu kami menolak, kami kan siswi baik-baik, asli. Akhirnya berhasil juga masuk stadion di tribun paling belakang dan dikawal Petugas Polri. Mantap kan! Hehe… Mungkin kata petugas waktu itu, mantap dari Hongkong, bikin repot saja anak-anak centil! Xixi… Maaf Pakkk…

Dapat dimaklumi, karena dulu penonton perempuan yang gemar bola masih sedikit, tidak seperti sekarang, sepakbola adalah milik seluruh lapisan masyarakat, laki-laki, perempuan, tua muda, berhak menyaksikannya. Dan jeritan kami saat tegang ketika tim kesayangan sedang menggocek bola ke kotak pinalty mungkin terdengar menyebalkan di antara penonton. Abaikan saja. Hahaha… Tepat setelah peluit wasit tanda pertandingan usai, segera saja kami meninggalkan stadion. “Pulang, pulaang!” Kata Pak Polisi. Dapat ditebak, jalan macet diramaikan pawai para bobotoh.

Sekarang sudah berganti masa. Jam tayang bola yang tidak bersahabat membuat saya sudah meninggalkan melihatnya. Kalau sudah begini, saya jadi ingat lagu dinihari terpopuler sejagat milik Bang Haji Rhoma, Begadang! Yang penting dan harus kita ingat, nonton bola ok, shalat subuh mah harus, jangan bablas ketiduran, ntar malah rugi dunia akhirat deh kita.

Masih tetap menyukai dunia bola. Bagaimana indahnya ketika pemain menggiring bola, melewati tim lawan, menggoceknya dengan manis, tik tak, kerjasama yang apik antar pemain, mengeksekusinya dengan tendangan tangguh membobol gawang. Goooollll!!! Bola itu seni. Anda setuju kan sahabat?

Beberapa blok dari tempat saya sekarang, ada lapangan sepakbola yang cukup luas. Setiap hari sering digunakan anak-anak sekolah berolahraga. Di akhir pekan sering digelar pertandingan tim lokal.

Bravo sepakbola Indonesia!

34 thoughts on “MERUMPUT

  1. Aku tuh dari jaman ke jaman kok gak pernah ada demennya nonton Bola ya Mbak..Kecuali pertandingan bola yunior yang lawannya negara tetatangga dulu tuh (gak tahu nama pertandingannya), yang mencuatkan nama Irfan Bahim, saya nonton. Itu lebih karena jadi suporter saja, biar Indonesia menang, jadi bukan karena sepak bolanya..Hehehe..Payah yah…

    • Saya juga waktu timnas main, nonton di tv, Mbak Vi. Ada tapinya juga, pas lagi degdegan, saya suka melarikan diri. Hehe…

      Di keluarga penyuka bola, jadi saya ikutan. Kalau tidak bisa menikmati bola, saya kira wajar, suami saya malah tidak suka bola Mbak Vi. Terbalik ya?😀

  2. saya kalau lihat anak dan suami noton bola aku ledekin weh paling bolanya masuk dua gawang. he he belum bisa megapresiasi apa enaknya nonton bola. begitu juga dengan emua cabang olahraga mbak lia. sukanya masak memasak.

    • Barangkali lingkungan berpengaruh banyak ya Mbak Min… Melihat anak-anak dan suami bergembira, memang menyenangkan, damai rasanya..🙂

      Dunia memasak, dunia kita para ibu..🙂

    • Kalo sampai taraf gila bola banget sie tidak. Hanya saya termasuk di antara mereka yang enjoy melihat permainan cantik di lapangan.🙂

      Iya, saya juga sama Mas, jika sikon tidak memungkinkan, tidak sampai harus memaksakan diri melihatnya.

      Terima kasih atas kunjungannya..

Pendapat Sahabat :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s