MEMANDANG LANGIT

Ku lihat awan
Seputih kapas
Arak-berarak di langit luas
Andai ku dapat
Ke sana terbang
Akan ku raih ku bawa pulang

Sahabat tentu ingat kan dengan irama dari syair lagu di atas? Lagu yang seringkali saya nyanyikan saat masih SD sesaat sebelum bel tanda pulang berbunyi. Dengan durasi pendek, saya ga kelamaan berdiri di depan kelas. Hehe… Memandang wajah langit dengan berjuta pesonanya bahkan ketika ia menjadi kelabu itu luar biasa..

Ada apa dengan awan? Jika suhu udara menurun, jumlah uap air yang dikandungnya akan berkurang. Oleh karena itu, jika udara yang hangat dan lembab menjadi dingin secara tiba-tiba, sebagian uap air yang terkandung di dalam udara akan menyatu dengan debu dan lain-lain dan menjadi butiran air dan es yang kecil. Material itu terapung di udara dan menjadi awan.

Perubahan uap air menjadi awan dapat terjadi karena :
1. Udara di permukaan bumi dipanaskan dan melayang ke atas.
2. Udara mendaki gunung tinggi bersama dengan angin.
3. Udara hangat dan dingin bertabrakan mempermudah terbentuknya awan.*

Uap air adalah gas yang tidak tampak. Apabila dipanasi, udara yang mengandung uap air memuai dan naik. Udara mendingin dengan kecepatan satu derajat celsius setiap kali naik 100 meter. Udara dingin hanya menampung sedikit air. Air yang tidak tertampung akan mengembun menjadi titik air atau butir es. Apabila bertumpuk, terbentuklah awan.

Bentuk awan disesuaikan dengan tinggi dan rendahnya tempat awan terbentuk dan angin yang berhembus. Pada hari cerah, bentuk awan seringkali berubah. Tebal dan tipisnya awan, pun sudut cahaya yang meneranginya, membuat awan berbeda-beda warnanya. Cahaya matahari mudah melewati awan tipis, karenanya akan tampak cerah atau putih. Awan tebal sulit ditembus cahaya, sehingga akan berwarna gelap atau hitam.**

Awan sirus

Di tempat tertinggi, membuat sirus tampak seperti sayap yang membentang.

Awan pesawat

Pesawat yang melintas menyibak awan dan meninggalkan jejaknya.

Awan Sirokumulus

Tampak seperti sisik ikan.

Menjelang senja, hanya cahaya merah dalam spektrum cahaya matahari yang mencapai mata kita. Langit pun memerah saat matahari terbenam dan hari berganti menjadi malam.

“Allah. Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya. Dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hambaNya yang dikehendakiNya tiba-tiba mereka menjadi gembira. ” (QS. AR RUUM 48)

Tidak akan pernah ada pertentangan antara Al Quran dengan pengetahuan.

Seperti halnya saya, sukakah sahabat memandang langit?

* Air dan udara, Elex Media Komputindo
** Alam, Tira Pustaka

17 thoughts on “MEMANDANG LANGIT

  1. Ternyata banyak juga yah tipe tipe awan.
    iya saya juga sama. Suka sekali memandang langit. Kadang jika pikiran saya sedang tidak enak, saya suka memandang ke arah langit dengan pemandangan biru membentang. Entah kenapa rasanya nyaman sekali. Pikiran jadi sedikit lebih plong.

    • Sebenarnya masih banyak lagi jenis awan lainnya Fin.. Berhubung hasil jepretan saya terbatas, jadinya seadanya. Hehe..

      Memandang langit iu menyenangkan, membuat kita nyaman. Kabarnya ketika perasaan tsb muncul, tubuh mengeluarkan hormon endorphin yang bikin kita senang. Barangkali inilah mengapa kita merasa plong dan tidak jemu melihat langit.๐Ÿ™‚

  2. Kutipan Al Quran dan foto awan, jadi pas banget deh Mbak Lia..Kesannya sangat indah..Saya kembali mengingat pelajaran SD, asal mula awan..Duh ternyata sudah banyak yg saya lupakan..Terima kasih sudah mengingatkannya kembali Mbak๐Ÿ™‚

    • Terima kasih Mbak Vi…
      Saya ada kemudahan, karena materinya sesuai dengan pelajaran anak saya yang memang usia SD, jadi saya ambil untuk disampaikam kembali. Hehe…

Pendapat Sahabat :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s