GUGURNYA DAUN-DAUN FILICIUM

Lama hujan tidak menyapa tanah ini. Debu menjadi hiasan lazim udara jalanan. Menguasai setiap partikelnya. Mendarat mulus menutupi permukaan benda dan terbang kembali saat angin mengusirnya.

Kemarau membuat udara pagi menjadi lebih dingin. Berharap gerimis dan lebat hujan segera membasahi tanah ini. Rindu akan aroma hujan saat membungkam debu. Angin kencang menyisakan guguran daun filicium yang menguning memenuhi jalan. Kabut tipis masih terlihat. Dingin…

Tanahku1 by Hijihawu

Beberapa di antaranya memilih membakar sampah dan kayu. Kemudian menghangatkan tubuh di sekitarnya. Sayang udara pagi yang segar terganggu dengan asap yang dihasilkannya.

Sebenarnya ada cara yang menurut saya lebih efektif dan efisien untuk menghangatkan tubuh. Sahabat lihat guguran daun di atas? Mereka menanti untuk kita kumpulkan. Ayo, menyapu jalan!

Bayangkan kita tengah menggerakkan sapu lidi besar bertangkai kayu. Mengumpulkan dedaunan yang berserakan. Perlahan saja, terlalu semangat akan membuat kita cepat ngos-ngosan. Yaa, sedang-sedang saja. Dijamin, bagi yang tidak biasa melakukannya, keringat akan mengucur deras. Pinggang dan punggung pegal. Tangan melepuh dan kapalan. Capenya poll! Otomatis badan bukan hangat lagi, puwanasss!:mrgreen:

Berada di dekat pohon, tetap waspada dengan kehadiran ulat bulu. Sering mereka bergerombol di balik lebat daun filicium, berparade di batangnya. Bahkan terjun bebas dengan benangnya sambil meliuk-meliuk sebelum akhirnya mendarat. Seta, bulu ulat yang bisa membuat kulit kita super gatal ini yang kita hindari.

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Berhubung ini di darat, saya rubah menjadi, sekali menyapu jalan, lemak tubuh menghilang! Berty Tilarso bilang, ayo, bakar kalori! Hehe… Ga usah diet yang menyiksa, apalagi sampai anoreksia, ayo, kita bergerak saja!

Jalan sudah bersih. Daun sudah terkumpul. Kita bisa memanfaatkannya untuk membuat kompos. Kita sudah harus lebih peduli untuk memilah sampah organik dan non organik. Kabarnya, di antara beberapa teknik pengolahan kompos, teknik Takakura lebih mudah dan efektif untuk dilakukan. Meskipun saya belum sempat mencobanya. Selama ini, daun yang terkumpul saya tebarkan di atas rumput gulma yang memenuhi kebun. Terbatasnya pasokan oksigen dan paparan sinar matahari membuat gulma mati dengan sendirinya.

Ketika pagi berkabut, kita lupakan selimut.
Let’s move!

39 thoughts on “GUGURNYA DAUN-DAUN FILICIUM

    • Iya, Bens. Jalan di atas sering digunakan anak TK, SD dan masyarakat buat beristirahat dan olah raga, karena tempat yang hijau di sekitar saya hanya sedikit.

  1. Busyet! Atau gini kali yang paling pas:hebat! Jd dirimu menyapu seorang diri jalan yg lebar dan panjang itu Mb Lia. sini..sini…aku kasih tempelan dua jempol๐Ÿ™‚

    • Rumah saya terletak di ujung jalan. Tetangga yang hanya 4 rumah, terletak agak jauh di belakang. Jadinya saya dan keluarga yang membersihkan jalan tersebut. Kadang sendirian atau dibantu anak-anak.

      Kalau lagi semangat, sekali menyapu bisa sampai ujung jalan. Kalau saya lagi bad mood, baru separo jalan juga sudah menyerah Mbak Vi. Hehehe…

      Aih, terima kasih jempolnya.๐Ÿ˜€

  2. wow .. salut mbak, jalannya jadi bersih๐Ÿ™‚

    kalau lihat gambar pertama jadi ingat di sini mbak saat musim gugur, bisa ketutup semua deh jalannya sama daun๐Ÿ™‚

    • Saya sudah rindu hujan. Rindu sejuk dan aromanya..

      Ulat bulu di sini banyak. Terutama ketika terjadi pergantian musim. Harus berhati-hati memang.

      Salam kenal kembali.
      Terima kasih kunjungannya.๐Ÿ™‚

  3. berkat teh Li jalan jadi bersih…

    benar teh di musim kemarau ini jadi lebih di sibukan dengan daun daun kering yg berguguran…

    tiap hari jadi harus nyapu di depan dan belakang rumah…lumayan cape hehehe

    • Dulu, kita membantu orang tua. Sekarang, giliran kita dibantu anak. Hehe…
      Menyapu dengan area luas, selama kitanya enjoy, akan terasa lebih ringan.

      Terima kasih kunjungannya. Salam..

    • Eta pisan Ung, Ki Sabun.
      Saya jarang merhatiin keadaannya saat hujan. Ternyata nama yang dipakai disesuaikan dengan sifatnya ya…

      Salam buat Jack di Tangkoko. Hatur nuhun.๐Ÿ™‚

Pendapat Sahabat :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s