SETAJAM MATA ELANG

Elang1 by hiihawuPerlahan malam beranjak larut. Tidak lama berselang dari suara deru Elf yang meninggalkan tanah ini, ada suara asing yang membahana, memecah kesunyiannya. Lalu menyembul dari sebuah kardus, seekor burung besar bermata tajam. Elang.

Mereka menyebutnya Elang Luyu. Saya tidak tahu pasti elang jenis apa. Bagaimana dengan status konservasinya? Apakah termasuk elang langka yang dilindungi Undang-Undang? Sepintas mirip dengan LANNER FALCON. Tingginya sekitar 50cm. Sekujur tubuhnya didominasi warna cokelat tua. Dengan warna kuning di sekitar paruhnya yang hitam dan di lingkar matanya. Dua kakinya berwarna kuning terang. Tahukah sahabat tentang elang ini? Silakan berbagi informasi tentang keberadaannya.

Elang2 by HijihawuPagi hari kami, saya dan anak-anak mendekati Sang Elang. Salah satu kakinya diikat dengan seutas tambang kecil yang ditambatkan pada pagar setengah jadi yang disandarkan pada saung.
Matanya tajam menatap kami. Yiip yiip… Apa maksud dari perkataanmu Elang? Mungkinkah ibu yang kamu rindukan? Bebaskan aku? Sungguh saya ingin membebaskannya. Saya terlalu pengecut untuk melakukannya. Galau karena ia bukan hak saya dan juga bukan hak penangkapnya. Maaf saya baru mampu menolaknya selemah-lemah iman…

Elang3 by HijihawuEntahlah apa yang manusia cari dengan memberangus kemerdekaan para burung. Melihat indah sosoknya dan mendengar merdu suaranya? Hmm, mungkinkah ternyata arti dari kicauannya melaknat si empunya yang memaksa sayapnya tidak sanggup dibentangkan? Siapa tahu? Bertanya kepada Nabi Sulaiman?

Tataplah tajam pada matanya! Lalu tajamkan nurani! Hujamkan padanya dengan keyakinan! Ini harus dihentikan! Sudah cukup memenjara makhluk dengan mengebiri haknya untuk terbang!

Kuatkanlah! Ketika berupaya melepaskan belenggu kesulitan seseorang bahkan seekor hewan, ada jaminanNYA kita akan dimudahkan dari kesulitan menghadapi hari pembalasan.

Menjelang dzuhur, sang elang menempati tempatnya semula. Kardus. Ia berusaha melepaskan diri, memutar kepalanya ke segala arah, mencapit ibu jari sang kurir sampai akhirnya menyerah untuk diserahkan ke pemilik barunya. Dan saya hanya mampu terpaku melihatnya. Entah kapan sang elang mampu terbang membelah langit….

39 thoughts on “SETAJAM MATA ELANG

  1. terus terang aku sedih melihat burung di atas mbak , amat sangat sedih😦😦😦

    karena di sini saat bersepeda keliling desa, aku sering melihat burung elang sedang terbang di udara sambil mengepak ngepakan sayapnya tanda mau menyambar mangsa di bawahnya, kadang juga dua , 4, 7 elang terbang bersama dengan bebasnya, sedang burung elang di atas ? kasihan banget😦 😦 😦 😦 😦

    • Iya Mbak El, saya juga sedih. Teriris saya melihatnya. Saya marah, karena tidak dapat berbuat banyak. Apakah ini sebuah pelanggaran hukum?

      Benar-benar bumi dan langit keadaannya. Burung-burung di sini terkurung. Di sana mereka bahagia bebas di alamnya. Apalagi burung-burung indah yang sering Mbak El abadikan, kalau ada di sini mungkin nasibnya tidak jauh berbeda dengan elang di atas.

      Apakah di sana dibolehkan pemerintah memelihara burung dalam sangkar Mbak El?

      • kalau hal di atas terjadi di sini, orangnya sudah ditangkap polisi dan dijebloskan ke penjara lho mbak *serius* karena sudah melanggar hukum , karena burung elang dilindungi di sini, juga burung lainnya, nggak boleh ditangkap, apapun alasannya.

        pernah ya aku baca di koran, ada tuh petani yang sawahnya dihuni puluhan angsa putih, mereka ngendon di sana, jadi sebagian sawah yang baru ditanaminya rusak sedikit, itu saja mereka nggak berani nangkap atau ngusir, mereka cuma masang boneka anjing anjing an dari kayu di sana, agar si angsa mau pindah ke tempat lain, soalnya petani itu takut melanggar hukum kalau mengusir apalagi menangkap mereka, malu mereka mbak

        di sini bisa dikatakan nggak ada yg memelihara burung mbak, karena memang nggak boleh, dan orang orang di sekitarku itu selalu berkata buat apa memelihara burung ? mereka khan bisa cari makan sendiri, cuma kalau musim dingin saja mbak, mereka membantu memberi makan burung burung yg menetap di jerman dgn memberi pakan manuk di halaman rumah masing masing spt yg pernah kuposting itu, jadi walau mereka nggak memelihara burung, mereka beli juga pakan manuk tiap tahunnya buat ditaruh di kebun masing buat burung burung liar, satu hal yang mungkin mbak Lia sendiri nggak akan mempercayainya kalau nggak lihat langsung, nggak memelihara burung kok beli makanan burung

        • Di sana warga sangat menjunjung tinggi akan hukum. Sadar akan pentingnya memelihara kelestarian alam. Semakin maju teknologi tanpa mengabaikan kealamiannya. Hewan di sana dapat hidup dengan damai.πŸ™‚

          Semoga kesadaran masyarakat di sini akan tumbuh, walau bergerak perlahan agar selaras dengan alam.

          Saya percaya keadaan di sana. Foto-foto Mbak Eli adalah fakta yang tidak terbantahkan. Terima kasih telah berbagi informasinya.πŸ™‚

  2. sebenarnya kalo kita gak egois justru kita dapat menikmati dengan sepuas-puasnya tanpa ribet carikan sangkar dan makanan tiap hari ya mbak lia. waktu masih kecil segala macam burung ada dikampungku, termasuk elang. kami menyebutnya alap-alap krena suka nyambar anak ayam kami. seperti di daerahnya mbak eli. tetapi sekarang tinggal burung emprit itu pun masih ada yang tega menembaki sebagai mainnan mereka. kadang saya tak habis pikir kok bisa ya..

    • Itulah Mbak Min, manusia ini kadang aneh. Jika di alam bebas, semua bisa menikmati keindahannya. Keseimbangan alam terjaga. Ketimpangan populasi bisa merusak ekosistem. Manusia sendiri yg merugi akibat dampaknya…

      Berburu buat kesenangan? Ah, semakin miris saya Mbak Min…

  3. Nasib elang yang kurang beruntung. Mungkin dia sedang sedih lalu terbang sembarangan ke arah pemukiman yang membuat dirinya tertangkap. Kalau sdh masuk ke pasar, hanya keajaiban yg akan melepasnya kembali ke udara. Mudah2an sang pembeli, kalau tak bisa melepasnya, setidaknya merawatnya dengan baik ya Mbak Lia

    • Menurut A yang membawa elang ini, ada beberapa ekor elang lagi di rumah pemiliknya yang diperoleh dari wilayah pantai selatan.

      Kalau sudah hobby, mungkin kecil harapan untuk melepaskannya ya Mbak Vi. Saya berharap timbul kesadaran akan hal ini. Atau setidaknya, pemiliknya membuatkan sangkar yang luas, yang memungkinkan sang burung untuk terbang, meskipun dalam ruang yang terbatas.

  4. sebuah pandanan karya yang snagat menarik
    dan blue menyukai ini
    soal elang jadi ingat elangku yang hilang disaat aku SD…..hehehhe…dan ternyata dijual sama …….oleh………..sedihlah jadinya
    oya kelompok pramuka zaman sekolahku juga namanya kelompok Elang
    makanya aku pencinta Elang…….hehhe…………
    senang bermain di blog ini
    salam hangat dari blue

    • Pernah punya pengalaman dengan elang juga, keren.πŸ™‚

      Kalau pecinta elang, pastinya senang yaa lihat sang elang terbang bebas. Hehehe…

      Terima kasih kunjungannya.

    • Tempo hari saya bingung, mau lapor polisi atau bagaimana, ribet berurusan dg hukum. Takut, segan, dll. Cemen saya! Sebel cuma bisa meureup dinu hate Ung.

      Ntar deh insya Allah saya tanyain ke blio.

      Hatur nuhun informasinya Ung.

    • Mulanya saya pikir juga begitu El. Setelah diperhatikan, terdapatperbedaan yang kentara. Burung hantu, kedua matanya terletak di mukanya yang datar. Paruhnya juga kecil, seperti pengait. Saya juga belum tahu, ini elang jenis apa.

      Iya, manusia kadang memang kebangetan (termasuk sayaπŸ˜€ )

    • Wahh, senang banget. Terima kasih banyak atas informasinya. Saya berharap semakin tumbuh kesadaran masyarakat menjaga hewan yang dilindungi.

      Salam juga dari saya.πŸ™‚

  5. Gambar di atas adalah gambar elang jenis Elang Ular Bido ( Spilornis cheela) , termasuk satwa yang dilindungi undang2. menangkap, memelihara, memperdagangkan, memiliki dsb, baik dalam keadaan hidup atau mati (opset), adalah perbuatan ilegal yang melanggar UU No. 5 Tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya alam Hayati dan ekosistemnya, diancam pidana kurungan 5 tahun penjara dan atau denda 100 juta. Untyuk itu kepada semua sahabat, laporkan hal tersebut ke kantor BKSDA setempat..diharapkan semua warga ikut membantu, karena keterbatasan jumlah petugas sedangkan daerah yang musti diawasai satu propinsi.

    Lebih dari itu secara nurani…mereka adalah makhluk Allah egois yang demi uang dan kesenangannya atau motif apapun,, harus menangkap/memnjarakan dan menyiksa makhluk Allah yang lain..sungguh nista dan keterlaluan…

    Mugia Allah maparin kasadaran……amiin

  6. pada dasar nya semua jenis burung itu liar,bahkan burung prit,burung gereja itu pun liar.knp gak di larang aja pelihara semua burung.pengen pelihara burung elang aja susah…

    • Saya kira ini tergantung kebijakan negara. Sebagus apapun burungnya, andai ia hinggap di halaman rumahnya, jika tidak ada keinginan untuk memelihara, tidak akan ditangkap.

      Demikian pula sebiasa apapun burungnya, akan ditembak, ditangkap entah untuk kesenangan atau dijual belikan.

      Jadi dikembalikan kepada pribadi masing-masing.

Pendapat Sahabat :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s