LATAH NGEPINK

Memasuki bulan Februari, di mana-mana, terutama di mall, tempat berkumpulnya anak-anak muda, didominasi pernak pernik hati berwarna pink. Warna perlambang cintakah? Usia remaja, masa-masa pubertas saat mulai timbul rasa ketertarikan dengan lawan jenis. Mulai ngeceng, mulai ingin terlihat cantik dan ganteng. Normalkan?

Pernah ketika jjs di Depok, Margonda jadi lautan pink. Laki-laki dan perempuan kompak mengenakan busana warna tersebut. Kalau perempuan saya rasa wajar ya.. Laki-laki? Ohh, tidak.. Mungkin secara tidak langsung ada pernyataan tersirat dari si pria, aku romantis lhoooo…. Ngeri bin gombal!

Sebenarnya jika dipertanyakan apakah yang bergembira ria di Hari Valentine mengetahui sejarahnya tidak ya? Mengikuti tanpa mengetahui asal usulnya bisa-bisa salah kaprah. Harus berhati-hati. Bukankah kita dilarang mengikuti sesuatu tanpa mengetahui tentangnya? Ga usah deh kita ikut-ikutan valentinan! Menelan bulat-bulat makanan tanpa mengunyah terlebih dahulu, membahayakan kesehatan. Demikian halnya, kita dianjurkan cek dan ricek sebuah informasi untuk mengetahui kebenarannya. Ayo, kita cari tahu..

Keliru menempatkan cinta membahayakan iman dan akal. Menundukkan pandangan, jurus ampuh mencegah serangan cinta dan cenat-cenutnya. Katanya kan dari mata turun ke hati,? Say no to pacaran! Kalau memang naksir, temuilah ayahnya, pinang dia, itu baru pria beriman yang gagah dan keren. Kalau belum, semoga bisa segera terwujud dengan cara yang dibenarkan ya sob, dapatkanlah cintanya melalui pernikahan. Semangat berjuang !

 

 

Iklan

43 thoughts on “LATAH NGEPINK

  1. masalah cinta adalah menarik. tidak anak tidak manula. Mereka senang bila dicintai dan mencintai. Sampai sampai seorang sahabat disuruh oleh Rasulullah untuk mengungkapkannya. he he tapi akan bias makna cinta kalau kita mengumbar cinta pada lawan jenis .

    • Uhibbuki fillah yaa ukhti… 🙂

      Mengumbarnya sebelum pernikahan akan sangat mudah dikontaminasi oleh nafsu yang membutakan. Sulit menghindar apabila anak panah sudah dilepaskan dari kiri kanan atas bawah depan belakang tanpa perisai pengendalian diri…

  2. valentine-nan mah itu udah masa lalu! masa2 SMA tuh! kalo sekarang ikut valentine-nan..malu sendiri! Selain malu ama umur, juga malu sama diri sendiri..masa msh blm ngerti juga apa latbek valentine itu?? bener: cari tau donk! biar ga malu-maluin!

    • Xixixii… Berarti yang sudah bangkotan dilarang ikut valentine ya… Haha… Lha kalo orangna ngeyel kumaha atuh? Wiw, jadi keladi dh.
      Semakin menua semakin menjadi… Sieunn… 😀

  3. Aku juga termasuk yg risih kalau melihat lelaki mengenakan pink Mbak..Kayak apa gitu, padahal mereka kan tak mengganggu kita. Yah pokoknya resek ajah lihatnya. Maka anak2 lelakiku gak bakal punya kesempatan mempunyai baju warna pink Mbak..

    Dicintai itu rasanya ibarat tumbuh bersama pohon tua. Kita kokoh dengan mencengkeramkan akar ke bawah. Mencintai tak selalu begitu..Kadang sakit, kadang indah. Tapi setuju, ke-2nya menumbuhkan kita..Hidup cinta!

    • Tos deh Mbak Vi. Say no to ngepink buat anak laki-laki kita. Biarkan mereka menjadi gagah. Asiik.. ^^

      Iya yah, sejatinya cinta semakin dalam menghunjam. Ketika hembusan bertiup lembut ataupun kencang tetap kokoh berdiri. Ini juga jika rajin dirawat biar ga banyak gulma yang merongrong.

      Aiiihh, hidup cinta! 😀

  4. bikers sejati nich sobat….
    gimana yak …kalo “the Doctor” pake baju balap warna pink….ohhh TENTU TIDAK lha yauww…..hehehe
    nice post mb !
    happy blogging ya !

  5. saya pecinta THE BLUES sejati, rasanya wlo hari valentine sekalipun, takkan mungkin pindah ke lain hati hehehe

    jadi, ada apa dengan CINTA? xxixixi

    *rupanya ada kaitan dengan tgl.14 ya maka hari ini banyak yg posting tentang cinta?*

    • Setia banget dengan yang birunya ya. Asal jangan feeling blue saja. Heheh.

      AADC mah filmnya Dian Sastro. Xixi…

      Kalo banyak yang mengupas tentang ini, termasuk saya, memanfaatkan momentum saja. Hehehe…

  6. endingnya kok pas bener ya namanya pakai valen valen 😀

    di sini nggak ada perayaan valentine mbak , sayang sayangan mah bisa tiap hari ndak hrs nunggu setahun sekali, kelamaan lah .. tapi kalau memang ada yg mau merayakan valentine ya silahkan , nggak masalah juga khan ? 🙂

    • Itu mah ending yang dicari-cari sampai saya harus peras otak biar ketemu kata yang sama. Xixi…

      Iya, lama banget n merana kalo harus nunggu setaun biar disayang. Hak pribadi mau valentinan atau tidak.

      Mbak El dan suami romantis sekali ya, gowes di bawah rembulan meskipun dikelilingi salju, karena hatinya sudah hangat dengan cinta… ^_^

  7. “Lagi-lagi tentang pilihan. Hak personal untuk merayakan Hari Valentine atau tidak. Pelangi tersusun dari spektrum warna yang indah. Menjadi harmoni ketika sebuah perbedaan kita hormati dan kita hargai.”

    setuju teh…
    di sini juga ada valee,, nama pemancingan hehe

    • Hehehe… Silakan menafsirkan sendiri. 😀

      Oot, sekarang saya kesulitan komen di blogspot. Saya memang payah kalo soal komputer. Dulu tinggal ngetik hijihawu, beres. Mungkin settingannya dirubahkah? Minta bocoran stepnya agar saya bisa hadir di sana lagi. Makasi sebelumnya. 🙂

  8. wah bener banget setiap hari adalah hari cinta mencintai dan sayang menyayangi. Sehingga saya tidak merayakan hari valentine.
    Seperti halnya hari ibu, bagiku setiap hari adalah hari ibu. Tak perlu hari khusus untuk menggungkapkan kasih sayang kita kepada ibu. Tiap hari kita musti mendoakan kedua orang tua kita.

    Kalau cinta, hemm definisi menjadi sangat banyak sekali. he he..

    • Bener tu Fin, mencintai ga harus dipatok pada hari tertentu aja. Menyukai sesuatu juga mungkin termasuk cinta, hanya kadarnya saja pake bgt, hehe…

      Saya juga ga ikutan. Mengingat awal mula terjadinya Hari Valentine. Saya khawatir ini dijadikan hari i’ll give you everything on me buat pasangan yg belum menikah. Ngeri saya…

  9. I don’t even understand how I ended up right here, but I believed this publish was good. I do not recognise who you’re however certainly you’re going to a famous blogger if you aren’t already.
    Cheers!

Pendapat Sahabat :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s