MUAL

Apa yang anda lakukan ketika mual mendera? Mual, mules, perih, kembung, keluarga besar sakit di lambung. Barangkali minum obat maag, teh manis, jahe dan bandrek menjadi salah satu jalan ke luar untuk menghilangkannya.

Tetapi tahukah Anda sobat, ternyata ada mual yang jauh lebih kronis dari penyakit fisik di atas? Karena hal inilah banyak yang memilih menunggu bertopang dagu, menanti rezeqi tanpa bersusah payah. Inginnya makmur dengan instan. Pergi ke dukun, pesugihan dan praktek klenik lainnya. Ini sebuah contoh saja. Mungkin hal seperti ini sudah tidak ada? Dan ada yang tanpa klenik tapi profesi menjual iba, menjadi pengemis! Meminta-minta di lampu merah, di mikrolet. Kekurangan fisik menjadi andalan utama. Padahal jika saja mau berkaca, banyak sekali sahabat yang disable, sukses meniti karir, berpendidikan tinggi dan benar-benar luar biasa menunjukkan bahwa mereka mampu berkarya dengan sangat baik.

Yang malak bukan pengemis, itu bulliying, kriminal. Kalau sahabat naik metro mini di Jakarta, banyak dijumpai mereka yang sambil mabuk, pakai jurus ngibul, plis Pak Bu bantu kami menebus sahabat kami yang terluka di rumah sakit. Seribu dua ribu tidak akan membuat Anda miskin. Haa? Enak amat ya…..

Ya, yang begini ini penyakit mual penyebab jatuh miskin. Lho? Tentu, karena mual di sini adalah MMMUALAS KERJA!

33 thoughts on “MUAL

  1. Biasanya pengidap mual begini punya sejut alasan mengapa gak kerja Mbak Lia. Tertutupnya kesempatan, pemerintah atau bahkan dunia tidak adil, tak punya pendidikan atau nasib sdh digariskan Tuhan emang begitu…Terperangkap dalam dunia sempit inilah yang perlu di berantas yang sayangnya hanya mereka sendiri yang bisa melakukannya๐Ÿ™‚

  2. he he apa ini karakter bangsa ya. ingin hidup senang tapi mual kerja. ingin ingin pintar tapi mual baca. ujung-ujung rajin ke dukun.

    • Waduh, sungguh saya berharap tidak demikian. Semoga pola pikir bangsa ini juga semakin berkembang. Tidak diam di tempat, apalagi mundur ke belakang. Mengharapkan segala sesuatu dg simsalabim juga rasanya terlalu muluk, terlalu bermimpi. Menyandarkan kesuksesan kpd selainNYA, mungkin saja impian instan tsb tercapai, tp dg hati yg tdk tenang dan tidak berkah.

  3. aku pernah dibilang pelit sama pengemis, mbak mbak masih umur di bawah 30 tahunan lah, dia menengadahkan tangannya ke aku yg saat itu lagi di dalam mobil travel menunggu keberangkatan sambil bilang yg manis manis seperti ndoro putri ke aku, aku bilang nggak dan dia tetep minta , akhirnya karena kesal dia melengos dan bilang kalau aku pelit๐Ÿ˜€ … emang gue pikirin ? masih muda, jadi pengemis, malu dong ah, padahal kalau mau dia bisa kerja

    • Ini dia mual yg akut. Usia masih produktif, tp pemikiran sempit. Lebih suka hilang malu daripada berusaha keras. Diberi juga tidak mendidik. Perlu pembinaan, tp kalo masih bebal juga, berarti memang mentalnya yg enggan maju.

  4. orang seperti itu menurut saya pada dasarnya pemalas, malas kerja..
    dengan berbagai alasan meminta minta, dari yang berpura pura sampai yang berbau penipuan ada..

  5. aku juga paling mpet tuh klo ketemu yg kayak gitu
    gaya mengemisnya lebih2 kayak preman
    pake nunjukin tato dan mata disayu2in
    huh!
    tapi nekat ajalah ga mo ngasi
    tidur adalah cara paling ampuh wlo pasti tetap disindirnya heheh

  6. peranh ketemu tuh, pemabuk yang minta-minta untuk ngobatin temannya yang masuk rumah sakit… kalau gak mau ngasih, kita dibilang yang mukulin temanya hingga masuk rumah sakit.. parah tuh orang, bikin mual liat yang kayak gituan..

Pendapat Sahabat :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s