SEGENGGAM MELATI

Rupanya angin terlalu perkasa untuk membiarkan melati tetap bertahta di pepucuk daunnya.
Pekat kabut belum beranjak pada pagi tanpa sapa hangat mentari.
Embun menetes bagaikan mutiara di ujung ilalang.
Melangkahku perlahan mengumpulkan melati yang terserak di rerumputan.
Mewangi di antara aroma gerimis yang mulai mewarnai fajar.
Anganku berharap pelangi.
Pupus.
Sudahlah, tak kunjung jua surya itu bersinar.
Deras memaksaku kembali ke peraduan.
Segenggam melati kini anggun menempati pinggan kecil.
Mereka menyeruak, menebar harum pesonanya yang sederhana.
Mungil namun hadir.
Asaku menjelma menjadi dirinya.
Mewangi meski hanya sehari.
Apakah sebuah pilihan jika besar namun tanpa makna seperti gagah kuning alamanda?
Tanpa makna katamu?
Kesia-siaan tiada dalam harmoni alam ciptaanNYA.
Lihatlah para serangga yang riang lalu lalang di dalamnya.
Ketikaku terjebak dalam dua pilihan yang manakah…
Menjadi apa dan siapakah…
Cermin menjadi jawab…
Syukuri dan berbuatlah meski sebesar dzarrah…
Hampa hanya mengungkung dalam rasa tanpa daya.
Setiap diri terbenam potensi tersembunyi.
Maka bangkit dan semangatlah menyongsong hari.
Biarkan senyum itu mengembang menghiasi duniamu.
Semangat!

26 thoughts on “SEGENGGAM MELATI

  1. Segenggam melati di pagi yang gerimis..Hm..pasti aromanya bak di surga ( eh emang pernah ke surga? Hehehe..). Aku juga demen banget bau melati Mbak Lia..walau cuma bertahan satu hari, semburat harumnya itu kalau di kamar..gimanaaaa gituuuu…:)

    • Iya nie Mbak Vi, saya penggemar berat bunga melati. Wanginya semriwing…😀
      Suka membuat saya lupa daratan, padahal kalau di laut ga bisa berenang. Xixi..

  2. dari jaman dulu sampai sekarang melati tetap putih tetap wangi walau hanya satu hari..

    pami teu lepat aya laguna kieu, aya hiji rupa kembang. raranggeuyan tapi leutik. rupana bodas kacida. matak lucu liwat saking….dst

    betul ga teh kalau salah tolong di ralat…

    • Sama-sama Mbak El…
      Saya tidak tau apakah melati dpt tumbuh dg baik di negara 4 musim…
      Mungkin harus ke tanah air dulu biar bisa melihatnya lg. Berbunga sepanjang tahun…🙂

      • kayaknya nggak ya, soalnya kalau iya pasti sudah ada di toko toko sini, krn banyak bunga atau tanaman seeprti di tanah air dijual dan dipelihara di sini, jadi tanaman ruangan sih, misalnya seperti pisang🙂 … org sini suka juga menaruh tanaman pisang di ruang tamu, terlihat eksotik, apalagi kalau sudah satu atau dua meter tinginnya, aduh .. suka sekali karena pasti mahal harganya😀 … padahal kalau di tanah air, nggak begitu ya, namanya juga lain ladang lain kinjengnya😀

        • Pohon pisang di dalam ruang? Wow, ide yg menarik.🙂
          Pasti adem yaa… Mungkin perawatannya harus ekstra krn biasa tumbuh di wilayah tropis sehingga menjadi mahal harganya…

  3. iya .. mahal harganya karena tumbuhnya lamaaaaaaa sekali😀 … aku punya pisang dah 3 tahun an umurnya tetep segitu tingginya😀 apalagi yg jenis pisang cebol, aduh nggak tinggi tinggi, ke samping tingginya, beranak banyak😀

    • Saking lamanya, a-nya banyaaaak sekali. Hehe.😀
      Kesabaran berbuah manis. Dengan tunas yg banyak, nanti waktunya panen, kompak semua. Wuiiih, manteb. Tetangga kiri kanan bisa kebagian. Asiknyaaa… ^_^

      • mengharap panen sih ngak, karena mungkin 5 tahun atau lebih baru muncul buahnya, mending beli langsung pisangnya😀 …

        btw, maaf atas keterlambatan memunculkan komentar di blogku ya, pas kamu kirim imel itu aku pas sedang memodurasi komentar, jadi belum bisa memunculkan beberapa komentar termasuk komentarmu, semoga nggak salah sangka, dan terima kasih banyak , ditunggu komentar selanjutnya ya😀

        • Haha, sepakat Mbak El, itu cara paling praktis dan cepat untk meni’mati buah, meskipun sensasi makan dari hasil kebun sendiri luar biasa.

          Menunggu moderasi seperti berharap-harap cemas. Eng ing eng, apakah komenku berkenan yg punya ga ya… Nah, semakin menjadi ktika menyadari komennya agak sedikit bablas yg brharap tdk muncul tapi sdh terlanjur. Menjadi perhatian agar lbh direm saja. Hehe.
          Terima kasih Mbak El perhatiannya.🙂

Pendapat Sahabat :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s