Tikus Menggugat


Hai! Aku Rattus rattus, bangsa penge-rat, biar simple panggil aku Rat aja ya. Hmmm, sebenarnya aku makhluk imut, ngganteng, nggemesin. Kumis tipisku persis Zoro lho! Anehnya, segitu udah dijelasin aku tuh good looking, banyak manusia, terutama perempuan jerit-jerit melihatku. Kesengsem kali yaaa…. Hihihi….

Rumahku imut persis akyu, di G0A, lubang di dalam tanah. Hmm, ada yang salah nih. Tepatnya di goa, kecil toh. Aku bebas merdeka. Nyempil di tembok, di kardus sepatu, di lemari. Pokoknya luaasss di mana aja kusuka…..

Seperti umumnya bangsaku, aku kalonger, hewan nocturnal, aktif di malam hari aja. Saat manusia tertidur, itulah waktunya aku beraksi. Mengendap berburu makanan sisa. Kalau apes, apapun bisa digilas perutku. Di rumah ga sukses, terpaksa ke luar dari goaku. Yuhuu, thanks berat buat Ummi. Rajin amat blio buangin sampah organik di kebun. Ya udah, ini rezeqiku. Sebenarnya sie bagiku ini seperti simbiosis mutualisma. Sampah berkurang, aku kwenyang . Fifty-fifty laa… Walah, hujan. Waktunya masuk istana. Ga seperti tikus got, aku anti air!

Huahhh… Sudah pagi lagi. Rumah ramai banget sie. Baru aja aku terlelap, suara kaleng klontang-klontang. Puyeng dahh… Kalo udah kaya gini, aku jadi ingat Jerry, sobatku. Ia tikus makmur, selebritikus. Rumahnya adem di dalam tembok. Sesekali ia masih dapat makan keju atau roti yang kelupaan ditaro manusia. Salah sendiri, ini naluri kami buat survive, nggak kami bukan kleptomania, kami ini apa yaaa… Kami iniii keren aja gituh. Xixi…

Benar-benar deh berisiknya. Ada apaan sie? Keluar sarang ahh… Selinap-selinapp… Hupp, gotta! Berhasil ngumpet ke dalam kursi yang kainnya bolong. Bisa ngintip dah.
Ooo… Jadi ini biang keroknya. Penghuni rumah lagi serius liatin tv yang lagi nayangin demo mahasiswa atas maraknya kasus korupsi yang ga kelar-kelar, melar melebar, gelar tikar, ngiler! Tidur mulu tuh!

Eh, tunggu. Mengapa mereka bikin replika kerabatku segede begono ya? Pake dibakar-bakar segala! Wuih, jelas tersinggung dong aku! Masa manusia menjadikanku simbol koruptor? Nggak banget deh! Ga level! Ok, kami memang suka ngumpet-ngumpet curi makanan. Tapi kami ga kemaruk! Mana muat perut kami? Marah besarrr! Ingat man, tidak ada sesuatu pun dalam penciptaanNYA yang sia-sia. Mungkin kami dianggap menjijikkan. Tapi coba kalian pikirkan! Hidup kami mengais, menggerogoti sampah yang membusuk. Apa jadinya bumi tanpa kami? Kami makhluk yang kuat meski berbagai buangan kotor melesak dalam perut kami!

Please deh man! Maaf aja ya, kami tidak seburuk para koruptor itu. Sudah kaya, serakah pula. Mengerikan. Kami sekedar menghentikan bunyi keroncongan saja. Kami…. Hiks hiks…. Speechless….

Duh, manusia-manusia. Kami ini jadi simbol yang buruk-buruk aja… Kupikir kalian juga mengidap KTT, Kegilaan Tingkat Tinggi. Pedih kami saat keluarga kami dibantai, dijadikan sate, baso, dendeng. Seolah makhluk ningrat raksasa si sapi mahal itu. Manipulasi saja hatimu. Pasti krenyes-krenyes menipu umat. Atau mungkin karena terlalu cinta pada dunia? Oooh…. Sungguh terlalu!

Lagi-lagi kami jadi kambing hitam! Tunggu dulu lagi! Mengapa akhir-akhir ini Si Ummi suka banget nulis kambing ya? Apakah ia peternak kambing yang gagal? Atau karena penggemar berat Si Shaun? Atau jangan-jangan… Ia kambing? Ahahaha… Mbeeeekkk…

Sudah ah, nimbrung ngeliat tv bikin senewen. Mendingan balik ke gua and….. Zzzzz…..

8 thoughts on “Tikus Menggugat

    • Jujur saja Mbak Vi, kami makhluk imut lemah yang takut menyalurkan aspirasi. Takut diberondong! Lebih enak dan nyaman makan berondong betulan. Kriukkk, maknyuss Mbak…πŸ˜€
      Hehe, terima kasih.

  1. aku juga suka heran, orang sering memakai macam macam hewan kalau menyamakan kelakuan seseorang, padahal nggak semua hewan seperti dakwaan mereka, katakan saja kambing hitam, buaya dsb.

    • Iya Mbak El. Binatang melakukan suatu tindakan atas dasar naluri. Barangkali maksudnya lebih kpd sindiran saja. Meskipun sbenarnya terlihat tidak adil bagi penggugat, hewan ybs. Hehe.

Pendapat Sahabat :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s