Mutiara Di Dalam Bis

Hal-hal yang diperlukan di Jakarta telah diselesaikan. Kami, saya dan suami seolah berlomba dengan rintik hujan, menyusuri rimba jalanan menuju rumah adik ipar di Cileungsi. Tidak terlalu lama kami menunggu hingga ‘adzan maghrib berkumandang. Alhamdulillah. Ternyata mega mendung tidak jadi memuntahkan airnya. Shalat sudah ditunaikan. Semangkuk mie ayam ni’mat terasa menghangatkan malam yang mulai dingin.

Keesokan pagi adalah tiba saat kembali. Menunggu hampir 2 jam, bis MGI jurusan Bandung telah datang. Lambaian dan salam dari adik ipar tersayang mengiringi bis yang mulai melaju.

Memang rezeqi saya mendapatkan tempat duduk di baris pertama di dekat pintu masuk. Tempat favorit. Di Cibubur, seorang Ibu duduk di samping saya. Saya tersenyum. Jalan tol ramai lancar. Bis hanya sanggup melaju 60 km/jam. Luar biasa. Dalam keadaan normal biasanya dapat ditempuh hingga 120 km/jam. Memang padat. Barangkali karena bersamaan dengan libur natal, tahun baru dan semester ganjil.

Ibu Tuti, demikian beliau memperkenalkan diri. Usianya 59 tahun. Masih terlihat cantik dan energik. Diawali saling bertanya daerah asal, dilanjutkan dengan berbagi resep masakan Padang yang beliau tanyakan. Saya memang suka memasak, lalu sering diberi inspirasi oleh almarhumah Jiddah, ibu mertua saya tercinta.

Obrolan terus mengalir. Saya menyimak. Beliau sukses sebagai pengelola Bimbingan Haji. Keempat anaknya telah berkeluarga dan tersebar di Jakarta dan Perancis. Kesempatan ini saya gunakan bertanya seluk beluk ibadah haji yang tidak saya ketahui. Saya ingin sampai di tanah suci. Beliau memberi semangat. Niatkan dengan kuat, Allah yang akan memberi jalan.

Bermula dari usaha kecil-kecilan. Pasang surut usaha datang silih berganti. Satu hal, jangan menyerah, tetaplah berdiri tegak. Dengan asa yang menjadi semangat, untuk pendidikan dan kesejahteraan anak.

Waktu bergulir, usaha membuahkan hasil. Memang tidak terjadi dalam satu malam, perlu proses panjang. Anak-anak mendapatkan pelajaran. Untuk meraih sesuatu perlu perjuangan. Jangan biarkan pemenuhan kebutuhan dengan begitu saja. Melatih hidup sederhana meski uang tersedia. Bukan untuk kikir, gunakanlah sewajarnya, kelebihannya adalah investasi.

Berbekal ilmu agama dan keahlian di suatu bidang. Keempat anaknya meraih sukses. Hormat dan penuh cinta kepada orang tuanya. Bahagianya….

Usia telah senja. Telah mapan secara financial. Sebuah nasehat indah disematkan :
“Berusahalah dengan kesungguhan, semangat, ingatlah anak-anak yang harus kita bekali dengan akhlak mulia dan ilmu yang cukup. Kebahagiaan setiap orang tua memiliki anak yang sehat, lurus dan cerdas. Tidak ada gunanya harta melimpah, pendidikan tinggi, tapi keliru dalam perilaku. Harus menjadi figur yang baik. Kebahagiaan itu saat kita dapat berbagi kepada sesama. Sehingga ketika nafas terakhir dihembuskan adalah saat sedang beribadah kepadaNYA.”
Ibu berdo’a untukmu…..

Derai tidak sanggup bertahan. Hanya amiin yang terucap. Kondektur telah berujar, Soekarno Hatta…. Soekarno Hatta…..
Bis berhenti. Saatnya berpisah. Saya genggam dan mengecup lembut tangan beliau. Diiringi salam, saya melanjutkan perjalanan untuk menjumpai anak-anak yang telah menanti di rumah.

Selamat Hari Ibu. Perjuangan dan cinta tulus untuk membesarkan kami semua, tidak terperi untuk melukiskan dan membalasnya. Maafkanlah kami atas hati-hatimu yang terluka.
“Yaa Tuhan kami, ampunilah dosa kami dan dosa orang tua kami. Dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami di waktu kecil.” Aamiin.
Love you Mam.
Salam cinta dan hormat untuk seluruh Ibu di negeri ini.

10 thoughts on “Mutiara Di Dalam Bis

  1. Subhanallah… Istriku….
    Bagus sekali…
    Insya Allah, kita (biah) akan ikut meneladani beliau….
    Ibu Tuti, atau almarhumah ibu Anoum…..
    Thumbs up….
    Nice artikel…. :* :* :*

  2. Ckckck..yang paling menyenangkan dalam melakukan perjalanan memang seperti ini yah Mbak, menemukan hal-hal baru, bahkan teman dan kenalan baru. Dari mereka kita bisa belajar banyak hal untuk memperkaya hidup kita sendiri. Selamat hari ibu Mbak🙂

Pendapat Sahabat :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s