Di Atas Cipularang

Keuntungan memesan tiket keberangkatan jauh sebelum hari H, kita dapat lebih leluasa memilih tempat duduk yang diinginkan. Jadilah saya duduk di samping Pak Sopir yang sedang bekerja. Mengendali mobil supaya baik jalannya. Hush! Ga ada tuk tik tak tik tuk. Kuda dilarang masuk tol. Eiitt, siapa bilang? Ada tuuu punyanya Mitsubishi. Hehe.

Di sini pandangan luas, kiri, kanan, depan, ok. Kaki bisa lurus di kabin. Kalau tidak malu kaki bisa naik. Sejak dulu saya memang mudah sekali tertidur di dalam kendaraan yang melaju. Anginnya itu lho, dikipas alam menina bobokan saya. Ehm. Nah seandainya duduk di kabin tengah atau belakang, dikhawatirkan ada yang menetes atau bahkan mengalir menganak sungai.
Hidiiih, mengerikan, nyungsep deh saya. Haha.

Tepat jam 07.30, Baraya travel membawa saya menuju Jakarta. Barangkali pamor Cipularang tidak seperti sekarang ini sebelum meninggalnya istri Saipul Jamil, Virginia.
Selama ini saya memang kurang memerhatikan keadaan jalan jika di perjalanan, karena hal yang saya sebutkan di atas. Kali ini saya dibuat penasaran. Begitu terkenalnya km 97. Jalannya memang sedikit menurun, tidak terlalu curam, kemudian menikung ke kiri, juga tidak terlalu tajam.
Saya tidak menampik bahwa dunia lain itu memang ada. Tetapi jangan serta merta ketika terjadi sebuah kecelakaan, selalu dikaitkan dengan peristiwa mistis. Mengambing hitamkan makhluk halus, jelas mereka bukan kambing tho? Lantas bertaburanlah bunga-bunga.

Sampai ada produser film merasa perlu mengomersilkan kisah ini. Menakut-nakuti rakyat, jauh lebih horor daripada filmnya sendiri.
Semoga saja, rakyat Indonesia juga lebih cerdas dan berhati-hati akan sebuah mitos, yang akan memberi sugesti negatif, yang dapat menjurus ke hal-hal yang berbau mistis.

Yang terutama bagi sahabat pengendara, mari berdo’a sebelum memulai perjalanan, memeriksa kendaraan apakah layak jalan, kondisi kesehatan dan suasana hati sopir pun harus dijaga, agar dapat membawa kendaraan dengan aman. Tentu saja dalam perjalanannya harus mengusung tertib berlalu lintas untuk keselamatan semua pihak.

Alhamdulillah di jalan tol aman terkendali. Begitu keluar pintu tol, sedikit mesem melihat sebuah mural, JANGAN PUCET MELIHAT JAKARTA MACET. Nyindir.

Sahabat memiliki kisah unik di jalan tol? Mari berbagi cerita. Salam.

Iklan