ALAY

Kata yang mengemuka sebagai kependekkan dari Anak LAYangan. Kata yang sering disematkan kepada mereka yang berperilaku nyeleneh, out of the box, anti kemapanan, tidak disiplin, semau gue dan sebutan serupa lainnya yang melambangkan keakuan.

Saya coba menelaah, mengapa diidentikkan dengan layang-layang?
Layang-layang, ia permainan yang menyenangkan, seru, dimainkan oleh semua kalangan, anak-anak, remaja hingga orang tua.
Meliuk-liuk di angkasa, ditarik, diulur. Angin. Ya, dengan tekanan dan hambatan dari udara, sebuah layang-layang dapat terbang tinggi (cmiiw).

Anak Layangan. Barangkali karena hal tersebut di atas?
Perilaku yang mudah terombang-ambing oleh lingkungan. Mudah dipengaruhi atau mengikuti suatu trend dengan mengesampingkan fungsi, estetika dan keamanan?
Perilaku labil yang mudah terbawa arus? Mudah naik atau menukik? Bahkan putus dan terjatuh tidak tahu di mana.

Jika padanan langit adalah bumi. Maka ia lambang kestabilan, teguh dan kokoh.
Bagi saya, ia cermin istiqamah, teguh memegang kebenaran kendati pun pilihan dan jalan yang lain tampak begitu indah.

Astaghfirullah, ternyata saya pun masih anak layangan…….

“Yaa Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau Beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari Sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).”
(QS. ALI IMRAN 3:8)

 

3 thoughts on “ALAY

Pendapat Sahabat :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s