Dialog Di Sebuah Warung

Saat pagi…..
Saya                  :  “Bu, tolong white coffee-nya dua.”
Ibu Warung   :  “Ini silahkan.”
Penjual Susu  :  “Bu, white coffee itu kopi hitam?”
Ibu Warung    :  “Bukan dong Pa, kopi putih, kopi luwak.”
Penjual Susu   : “Ooo, saya tidak tahu. Kalau pintar, mungkin saya tidak akan keliling. ”

Lucu? Garing atau miris?
Mengapa untuk perbendaharaan Bahasa Inggris dasar (white), yg bahkan telah diajarkan sejak dari TK, tidak diketahui Bapak tersebut?

Hendaknya disadari oleh setiap kita, bahwa belajar itu sepanjang hayat. Jika kita minim akan ilmu, ayo kita gali kembali, buka cakrawala agar pengetahuan kita bertambah. Agar kita dapat menularkan atau setidaknya dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh anak.
Media banyak tersedia. Jikalah tidak terbeli, masih dapat diperoleh dari buku bekas, bahkan koran bekas.
Jangan berhenti karena kendala usia. Justru kita belajar agar anak, generasi penerus kita dapat lebih baik dari orang tuanya.

Ilmu bukan hanya milik mereka yang berpunya. Yang terpenting adalah MINAT dan KEMAUAN untuk memperkaya wawasan agar semakin berkembang.

Bersyukur saat ini, meskipun baru sampai tingkat SMP, masyarakat dapat menikmati pendidikan secara gratis.

Ayo, kita budayakan membaca!
Bukankah ayat Al Qur’an yang pertama kali diturunkan adalah “Iqra…” (QS. Al ‘ALAQ)

8 thoughts on “Dialog Di Sebuah Warung

Pendapat Sahabat :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s