<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hijihawu</title>
	<atom:link href="http://hijihawu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hijihawu.wordpress.com</link>
	<description>Kisah Di Rumah Kecil</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 May 2013 18:27:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hijihawu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/03b3685daececb2b7f7530364b86363d?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Hijihawu</title>
		<link>http://hijihawu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hijihawu.wordpress.com/osd.xml" title="Hijihawu" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hijihawu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>RUMAH MASA DEPAN</title>
		<link>http://hijihawu.wordpress.com/2012/11/21/rumah-masa-depan/</link>
		<comments>http://hijihawu.wordpress.com/2012/11/21/rumah-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2012 03:50:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[TPU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://hijihawu.wordpress.com/?p=668</guid>
		<description><![CDATA[Di depan tempat saya berdiri, terhampar kebun lengkuas dan serai yang luas. Sejauh mata memandang, berderet rumpun bambu yang daunnya menghijau kembali setelah hujan sering menyapa tanah ini. Pagi saat saya gowes bersama anak-anak menyusuri jalan yang membelah kebun, terdapat empat sampai lima kuburan. Mungkin ini tanah milik keluarga pikir saya waktu itu. Kemudian di [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=668&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Di depan tempat saya berdiri, terhampar kebun lengkuas dan serai yang luas. Sejauh mata memandang, berderet rumpun bambu yang daunnya menghijau kembali setelah hujan sering menyapa tanah ini.</p>
<p><a href="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/10/tanah-tpu-by-hijihawu1.jpg"><img src="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/10/tanah-tpu-by-hijihawu1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Tanah TPU by Hijihawu" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-731" /></a></p>
<p>Pagi saat saya gowes bersama anak-anak menyusuri jalan yang membelah kebun, terdapat empat sampai lima kuburan. Mungkin ini tanah milik keluarga pikir saya waktu itu. Kemudian di beberapa tempat lainnya saya menemukan kembali kelompok kuburan dalam jumlah yang sama.<span id="more-668"></span></p>
<p><a href="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/11/foto0172.jpg"><img src="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/11/foto0172.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Gapura TPU by Hijihawu" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-732" /></a></p>
<p>Hilang sudah rasa penasaran saya ketika beberapa hari kemudian, beberapa meter dari tempat saya berdiri tempo hari, terdapat papan putih bertuliskan Tempat Pemakaman Umum (TPU). Biaya proyek sekian-sekian.<br />
Tidak lama berselang hari, gapura TPU yang sederhana sudah dibuat. </p>
<p>Malam di tanah ini super gelap, kecuali rembulan yang temaram menyelinap di sela rimbun rumpun bambu. Meskipun pas buat sarana uji nyali, jelas saya mah enggan sengaja gowes ke sana, gelap-gelapan di kuburan. Terima kasih deh. Haha&#8230; Apalagi selepas hujan, dijamin ban jadi donat gelinding. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Area yang masih sepi &#8216;penghuni&#8217;. Area tanah terakhir. Area pengingat kematian yang setiap makhluk bernyawa pasti akan bertemu dengannya. Sebuah kepastian tertulis yang tidak bisa mundur dan maju meski hanya sedetik.</p>
<p>Hal yang ketika sampai beritanya dilarang meratap, bersedih berlebih apalagi sampai menggaruk tanah dan menyiksa diri. Hal yang harus berhati-hati ketika menziarahinya selain untuk mengingat mati. Kita adalah calon penghuni berikutnya. Kapan ya giliran saya? Ajal yang penuh misteri dan tetap menjadi rahasiaNYA.</p>
<p>Saya tidak pernah bermimpi kelak jasad saya dikubur di TPU bak resort berbintang. Tentu saja hak individu di tanah mana jasadnya kelak akan dibaringkan. Apakah yang megah atau cukup sebilah kayu nisan sederhana. Bagaimana denganmu sahabatku?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hijihawu.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hijihawu.wordpress.com/668/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=668&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hijihawu.wordpress.com/2012/11/21/rumah-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca5e90340328a50126ea80efdbc51d67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hijihawu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/10/tanah-tpu-by-hijihawu1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tanah TPU by Hijihawu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/11/foto0172.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gapura TPU by Hijihawu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TAMU TERLARANG</title>
		<link>http://hijihawu.wordpress.com/2012/11/10/tamu-terlarang/</link>
		<comments>http://hijihawu.wordpress.com/2012/11/10/tamu-terlarang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2012 07:16:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Intermezzo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hijihawu.wordpress.com/?p=728</guid>
		<description><![CDATA[Matanya nanar menatap kami. Setiap langkah diikuti dengan perhatian penuh. Embikan para kambing yang dikejar anak-anak mengalihkan acara merumput yang mereka lakukan. Kambing-kambing imut itu lalu tampak bercakap-cakap dengan penguasa tanah luas itu. Dua ekor sapi. Tadinya saya hendak mbolang cari jalan yang lain melewati perkebunan menuju rumah. Lumayan kan menghemat energi yang sudah terkuras [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=728&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Matanya nanar menatap kami. Setiap langkah diikuti dengan perhatian penuh.  Embikan para kambing yang dikejar anak-anak mengalihkan acara merumput yang mereka lakukan. Kambing-kambing imut itu lalu tampak bercakap-cakap dengan penguasa tanah luas itu. Dua ekor sapi. <span id="more-728"></span></p>
<p>Tadinya saya hendak mbolang cari jalan yang lain melewati perkebunan menuju rumah. Lumayan kan menghemat energi yang sudah terkuras setelah berjalan kaki. Ehhh, sepertinya the kambings melaporkan ulah iseng anak-anak. Jadi pas jarak antara kami dan para sapi cukup dekat, kontan mereka melangkah  mendesak kami mundur.</p>
<p>Sinar matanya itu lho, benar-benar nyungsep. Whoaaa, para sapi seolah berkata, nt jual ane beli, jangan macam-macam di daerah kekuasaan kami! Yaaa, gagal deh motong jalan. Saya spontan ngasi komando, anak-anaaak kembaliii. Hahaha, kebayang horornya saya dikejar dua ekor sapi. Di balik gemulainya gerak-gerik mereka, ternyata saudara-saudara, naluri sapies memertahankan diri dari intervensi pihak luar keren lho! Mendebarkan!</p>
<p>Maaf pak sapi, saya telah memasuki wilayah anda tanpa permisi.</p>
<p>Apa yang terlihat, belum tentu mencerminkan keadaan sebenarnya. Yang terlihat lembut, nyata mampu menyimpan kekuatan dahsyat. Memandang dengan mata lahir dan mata hati&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hijihawu.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hijihawu.wordpress.com/728/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=728&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hijihawu.wordpress.com/2012/11/10/tamu-terlarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca5e90340328a50126ea80efdbc51d67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hijihawu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEBUAH AWARD</title>
		<link>http://hijihawu.wordpress.com/2012/10/24/sebuah-award/</link>
		<comments>http://hijihawu.wordpress.com/2012/10/24/sebuah-award/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2012 05:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Liebster Award]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hijihawu.wordpress.com/?p=681</guid>
		<description><![CDATA[Sudah terlalu terlambat menjawab sebelas pertanyaan yang diajukan Kang Yan atas award yang salah satunya diberikan buat saya. Terima kasih atas apresiasi ini. Berhubung Liebster award ini sudah tidak musim lagi, gambar tidak saya tampilkan. Sahabat juga tentu sudah mengenal benar gambar hati berbalut pink ini. Pada tulisan tersebut terdapat untaian kalimat : Cerita Cinta [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=681&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah terlalu terlambat  menjawab sebelas pertanyaan yang diajukan <a href="http://udikhangeblog.wordpress.com/2012/09/17/liebster-award/">Kang Yan atas award</a> yang salah satunya diberikan buat saya. Terima kasih atas apresiasi ini. Berhubung Liebster award ini sudah  tidak  musim lagi, gambar tidak saya tampilkan. Sahabat juga tentu sudah mengenal benar gambar hati berbalut pink ini. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
<span id="more-681"></span></p>
<p>Pada tulisan tersebut terdapat untaian kalimat : Cerita Cinta Tinggal Kenangan Indah Dalam Khayalan Jadi Nostalgia Masa Silam. Sebelas kata yang  sejatinya harus saya urai dan paparkan satu per satu.</p>
<p>Hmm, saya tahu dari <a href="http://udikhangeblog.wordpress.com/">tulisannya Kang Yan</a> ini baik. PR tersebut tidak saya kerjakan sepenuhnya. Jadinya saya minta dispensasi pandangan saya tentang kalimat di atas secara utuh. Gpp ya Kang? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setiap masa lalu adalah sejarah. Adakalanya berganti manis dan pahit. Bahagia dan duka yang hilir mudik menyertainya. Begitu pun cinta, perkara memikat sepanjang peradaban manusia.</p>
<p>Kenangan tentang indahnya cinta yang barangkali membawa kita ke masa lalu yang demikian menggetarkan dan mendebarkan. Periode yang mengolaborasikan berbagai hormon saat terjadinya dan mampu merubah sikap seseorang. Masa lalu yang masih berhakkah untuk dikenang jika ternyata cinta itu milik ia yang lain? Kita hidup hari ini dan insya Allah tinggal menjalani masa yang tersisa&#8230;</p>
<p>Banyak yang berkata cinta pertama itu demikian membenamkan kenangan secara mendalam. Berarti kita tengah terjebak dalam sebuah situasi yang akan membuat kita tersenyum simpul sendirian.  Benarkah itulah manisnya cinta pertama? </p>
<p>Jika kisah yang menorehkan hati bertabur bunga itu diresmikan dan memang seharusnya demikian, tentu ia akan menjadi kenangan, sebuah nostalgia cinta&#8230; </p>
<p>Lalu bagaimana jika cinta berbaris angka? Pertama, ke dua dan selanjutnya? Fajar baru telah terbit sahabat&#8230; Cinta yang indah itu adalah cinta yang kita terima saat ini dengan segala kekurangannya dari pendamping hidup yang telah dihalalkanNya. Cinta yang menenteramkan hati dan diridhoiNya, cinta dalam mahligai pernikahan&#8230;</p>
<p>Jadi saya sepakat dengan Kang Yan, betapapun indahnya cinta masa lalu,  jangan biarkan ia hidup kembali di antara cinta yang tengah kita raih saat ini. Biarkan ia menjadi sejarah yang terbingkai di masanya sendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hijihawu.wordpress.com/681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hijihawu.wordpress.com/681/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=681&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hijihawu.wordpress.com/2012/10/24/sebuah-award/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca5e90340328a50126ea80efdbc51d67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hijihawu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat untuk Anak Bujangku</title>
		<link>http://hijihawu.wordpress.com/2012/10/07/surat-untuk-anak-bujangku/</link>
		<comments>http://hijihawu.wordpress.com/2012/10/07/surat-untuk-anak-bujangku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2012 17:13:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anakku]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://hijihawu.wordpress.com/?p=665</guid>
		<description><![CDATA[Usiamu kini sudah sembilan tahun anakku. Rasanya belum terlalu lama dari saat engkau berkata &#8216;nyenggol&#8217; ketika ingin Ummi gendong. Hahaha&#8230; Ya, satu kata yang mampu membuat Ummi tertawa kala mengingatnya. Duh, anak Ummi sudah besar. Sudah akan meninggalkan masa kanak-kanak. Waktu yang insya Allah terus merangkak, menambah setiap bilangan angka padamu. Masa yang sering membuat [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=665&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Usiamu kini sudah sembilan tahun anakku. Rasanya belum terlalu lama dari saat engkau berkata &#8216;nyenggol&#8217; ketika ingin Ummi gendong. Hahaha&#8230; Ya, satu kata yang mampu membuat Ummi tertawa kala mengingatnya. <span id="more-665"></span>  </p>
<p>Duh, anak Ummi sudah besar. Sudah akan meninggalkan masa kanak-kanak. Waktu yang insya Allah terus merangkak, menambah setiap bilangan angka padamu. Masa yang sering membuat Ummi cemas. Masa yang akan membuatmu menjadi seorang mumayiz, masa ketika engkau menginjak usia baligh, masa yang mengharuskanmu benar-benar berhati-hati dalam berbuat dan melangkah. Masa ketika pena mendekat dan tidak lagi terangkat&#8230; Ya Rabb, bimbinglah anakku ini agar setia meniti jalanMU&#8230;</p>
<p>Tidak perlu engkau risau akan cinta Ummi padamu. Apapun kenyataan yang ada, berapa pun usiamu kelak, selalu ada persediaan cinta yang banyak. Mencintalah pada sesama, engkau akan mendapatkan banyak cinta yang halal karena ketulusanmu. Yaa Rabb, cintailah selalu anakku ini&#8230;.</p>
<p>Sudah beberapa tahun pembiasaan yang Ummi kenalkan agar ketika &#8216;adzan berkumandang, engkau segera berwudhu, meski hampir selalu berakhir kuyup, kemudian kita shalat dan berdo&#8217;a padaNya. Masamu kini bukan lagi hanya mengenal shalat, engkau akan menginjak masa wajib shalat. Masa yang disukai atau tidak tekunlah dan ikhlaslah dalam menghadapNYA minimal lima kali dalam sehari. Yaa Rabb, istiqamahkanlah anakku dalam mendirikannya&#8230;</p>
<p>Anakku&#8230;<br />
Ketika bacaan ngajimu telah membaik, hafalan suratmu semakin banyak, usiamu yang semakin dewasa, tentu saja engkau boleh menjadi imam saat kita shalat berjama&#8217;ah dan Ummi menjadi makmumnya. Maafkan Ummi yang selalu cerewet mengingatkanmu akan hal ini, jangan pernah sekalipun engkau meninggalkan shalat, ajak adikmu serta. Dan ingatlah anakku, bagi seorang mukmin, muslim laki-laki, shalatlah di masjid, bersama-sama merapatkan dan menguatkan barisan meneguhkan mendirikan kalimatNYA. Hayya &#8216;alash shalat! Segera temui dan penuhi pangilanNYA!</p>
<p>Engkau sudah harus memahami, mengapa jangan sampai ada lima jari  Ummi yang mendarat di panggulmu. Biarlah engkau bosan mendengar kalimat Ummi, ayo bergegas lepaskan belenggu malas yang datang! Karena kecintaan Ummi padamu anakku, biarkan air wudhumu menetes dan menjadi cahaya di padang Mahsyar, menjadi penanda engkau adalah Umat Muhammad, Rasulullah tercinta. Air yang akan menyejukkan badanmu dari jilatan api neraka. Yaa Rabb, selamatkan anakku ini dunia akhirat&#8230;</p>
<p>Anakku, pesan Ummi selalu padamu. Bersama adikmu, tetaplah kalian saling mengingatkan dalam ketaqwaan dan kesabaran. Mendekatlah dan hanya bersandar padaNYA. Agar Allah semakin cinta dan beserta kalian selalu.</p>
<p>Ummi sayang Kakak.</p>
<p>Dengan sepenuh cinta.</p>
<p>Ummi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hijihawu.wordpress.com/665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hijihawu.wordpress.com/665/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=665&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hijihawu.wordpress.com/2012/10/07/surat-untuk-anak-bujangku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>58</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca5e90340328a50126ea80efdbc51d67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hijihawu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MERUMPUT</title>
		<link>http://hijihawu.wordpress.com/2012/09/22/merumput/</link>
		<comments>http://hijihawu.wordpress.com/2012/09/22/merumput/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Sep 2012 17:31:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://hijihawu.wordpress.com/?p=653</guid>
		<description><![CDATA[Anda suka sepakbola? Saya suka nonton bola. Ketiga saudara saya laki-laki semua yang gemar bermain dan melihat pertandingan bola di lapangan dekat rumah dan di layar kaca. Karena saya satu-satunya anak perempuan, jadilah saya ketularan kehebohannya. Sepakbola, menurut saya ia salah satu olahraga dengan busana tersopan selain karate, wushu, dsb. Bebas dari pemandu sorak yang [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=653&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Anda suka sepakbola? Saya suka nonton bola. Ketiga saudara saya laki-laki semua yang gemar bermain dan melihat pertandingan bola di lapangan dekat rumah dan di layar kaca. Karena saya satu-satunya anak perempuan, jadilah saya ketularan kehebohannya.</p>
<p>Sepakbola, menurut saya ia salah satu olahraga dengan busana tersopan selain karate, wushu, dsb. Bebas dari pemandu sorak yang berbaju minim dan sangat ketat. Perhatikan saja ketika para pemain memasuki lapangan, justru mereka diiringi para junior yang imut dan lucu. </p>
<p>Mulai ngeh tentang dunia bola sekitar awal 90-an. Di keluarga semua kompak nonton bola. Apalagi jika yang bermain Ruud Gullit, Frank Rijkard, Ronald Koeman, kenapa Tim Oranye semua ya? Para pemain ini dulu sedang jaya-jayanya. Berbicara tentang jaya , saya jadi teringat pelatih Jaya Hartono, pelatih favorit selain Pep. Untuk kiper saya suka David Simmons dan Barthez. Tahun dua ribuan Zinedine Zidane, tentu saja. Sekarang Messi. <span id="more-653"></span></p>
<p>Ini lapangan bola dekat rumah.<br />
<a href="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/09/tribun-lapangan-sepakbola-by-hijihawu.jpg"><img src="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/09/tribun-lapangan-sepakbola-by-hijihawu.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Tribun Lapangan Sepakbola by Hijihawu" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-655" /></a></p>
<p>Mohon maaf, berhubung bola di kita lebih ramai dengan kekisruhannya, saya jenuh melihat sepakbola tanah air. Padahal dulu saya pendukung Persib, Persipura dan Sriwijaya FC.</p>
<p>Saya hanya satu kali menyaksikan pertandingan bola secara langsung di Stadion Siliwangi Bandung sekitar tahun 1996. Tim yang berlaga adalah Persib, lawannya sudah lupa. Terjadi saat saya masih berseragam abu-abu.</p>
<p>Tiba di stadion bersama tiga sahabat perempuan saya. Barangkali karena dikira kami sedang mabal alias bolos sekolah, padahal tidak, waktu itu kami pulang dari magang di sebuah instansi, kami berempat dianjurkan pulang oleh prajurit TNI. Tentu kami menolak, kami kan siswi baik-baik, asli. Akhirnya berhasil juga masuk stadion di tribun paling belakang dan dikawal Petugas Polri. Mantap kan! Hehe&#8230; Mungkin kata petugas waktu itu, mantap dari Hongkong, bikin repot saja anak-anak centil! Xixi&#8230; Maaf Pakkk&#8230;</p>
<p>Dapat dimaklumi, karena dulu penonton perempuan yang gemar bola masih sedikit, tidak seperti sekarang, sepakbola adalah milik seluruh lapisan masyarakat, laki-laki, perempuan, tua muda, berhak menyaksikannya. Dan jeritan kami saat tegang ketika tim kesayangan sedang menggocek bola ke kotak pinalty mungkin terdengar menyebalkan di antara penonton. Abaikan saja. Hahaha&#8230; Tepat setelah peluit wasit tanda pertandingan usai, segera saja kami meninggalkan stadion. &#8220;Pulang, pulaang!&#8221; Kata Pak Polisi. Dapat ditebak, jalan macet diramaikan pawai para bobotoh.</p>
<p>Sekarang sudah berganti masa. Jam tayang bola yang tidak bersahabat membuat saya sudah meninggalkan melihatnya. Kalau sudah begini, saya jadi ingat lagu dinihari terpopuler sejagat milik Bang Haji Rhoma, Begadang! Yang penting dan harus kita ingat, nonton bola ok, shalat subuh mah harus, jangan bablas ketiduran, ntar malah rugi dunia akhirat deh kita. </p>
<p>Masih tetap menyukai dunia bola. Bagaimana indahnya ketika pemain menggiring bola, melewati tim lawan, menggoceknya dengan manis, tik tak, kerjasama yang apik antar pemain, mengeksekusinya dengan tendangan tangguh membobol gawang. Goooollll!!! Bola itu seni. Anda setuju kan sahabat?</p>
<p>Beberapa blok dari tempat saya sekarang, ada lapangan sepakbola yang cukup luas. Setiap hari sering digunakan anak-anak sekolah berolahraga. Di akhir pekan sering digelar pertandingan tim lokal.</p>
<p>Bravo sepakbola Indonesia!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hijihawu.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hijihawu.wordpress.com/653/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=653&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hijihawu.wordpress.com/2012/09/22/merumput/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca5e90340328a50126ea80efdbc51d67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hijihawu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/09/tribun-lapangan-sepakbola-by-hijihawu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tribun Lapangan Sepakbola by Hijihawu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SATU TAHUN</title>
		<link>http://hijihawu.wordpress.com/2012/09/16/satu-tahun/</link>
		<comments>http://hijihawu.wordpress.com/2012/09/16/satu-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Sep 2012 16:50:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hijihawu.wordpress.com/?p=631</guid>
		<description><![CDATA[Terhitung sejak tulisan perdana saya, Kata Mutiara dari Ibu Istiah. Kemudian Sahabat dan Suatu Hari di Ganesha, hingga tulisan ini, saya baru menggelontorkan 52 tulisan. Setahun adalah 52 minggu, berarti dirata-ratakan saya baru menulis setiap seminggu sekali. Saya pernah menulis perihal kejarangan saya menerbitkan tulisan di postingan saya yang berjudul UPPERCUT, silakan mampir di sana [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=631&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Terhitung sejak tulisan perdana saya, <a href="http://hijihawu.wordpress.com/2011/09/16/kata-mutiara-dari-ibu-istiah/">Kata Mutiara dari Ibu Istiah</a>. Kemudian <a href="http://hijihawu.wordpress.com/2011/09/18/sahabat-2/">Sahabat</a> dan <a href="http://hijihawu.wordpress.com/2011/10/02/suatu-hari-di-ganesha/">Suatu Hari di Ganesha</a>, hingga tulisan ini, saya baru menggelontorkan 52 tulisan. Setahun adalah 52 minggu, berarti dirata-ratakan saya baru menulis setiap seminggu sekali.<span id="more-631"></span></p>
<p>Saya pernah menulis perihal kejarangan saya menerbitkan tulisan di postingan saya yang berjudul <a href="http://hijihawu wordpress.com/2011/11/30/uppercut-2/">UPPERCUT</a>, silakan mampir di sana (maaf banyak iklan) Hehehe&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Barangkali di antara sahabat ada yang bertanya, <em>Hijihawu</em> itu apa artinya? Jika diurai perkata, dalam Bahasa Sunda, <em>Hiji</em> berarti satu. <em>Hawu</em> adalah tungku untuk memasak, biasa dibuat dari tanah liat, membentuk dinding pendek untuk menahan angin agar api kayu bakar tetap menyala.</p>
<p>Sehingga jika disandingkan, <em>Hijihawu</em> diartikan bahwa saya berharap hadirnya blog ini, tidak hanya berkisah, namun dapat memberi sebuah semangat dan bermanfaat hingga akhirat. Aamiin.</p>
<p>Karena ketidakjelasan tentang saya, tidak sedikit yang memanggil saya Pak, Mas, bro, dll. Saya sie baik-baik saja, gpp, wajar dan no problemo, lambat laun jika menyimak tulisan saya akan ketahuan juga bahwa saya sudah menjadi ibu dari dua orang anak.</p>
<p>Saya senang dapat hadir di sini dan terima kasih telah berkenan membaca tulisan-tulisan saya, semoga bermanfaat dan dapat menjadi penyemangat. </p>
<p>Salam hangat untuk semua sahabat hebat saya.</p>
<p>Lia  </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hijihawu.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hijihawu.wordpress.com/631/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=631&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hijihawu.wordpress.com/2012/09/16/satu-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca5e90340328a50126ea80efdbc51d67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hijihawu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KAMI</title>
		<link>http://hijihawu.wordpress.com/2012/09/07/kami/</link>
		<comments>http://hijihawu.wordpress.com/2012/09/07/kami/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Sep 2012 06:55:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Payakumbuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hijihawu.wordpress.com/?p=624</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini genap sepuluh tahun kebersamaan kami menggenapkan separuh dien dengan membentuk sebuah keluarga. Beberapa hari kemudian setelah menempuh perjalanan selama hampir 36 jam, bis yang membawa kami dari Rawamangun tiba di Payakumbuh. Sebuah perjalanan yang seru dan menegangkan. Inilah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di tanah Sumatera. Bagaimana tegangnya saya saat bis naik ke [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=624&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini genap sepuluh tahun kebersamaan kami menggenapkan separuh dien dengan membentuk sebuah keluarga. Beberapa hari kemudian setelah menempuh perjalanan selama hampir 36 jam, bis yang membawa kami dari Rawamangun tiba di Payakumbuh.<span id="more-624"></span></p>
<p>Sebuah perjalanan yang seru dan menegangkan. Inilah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di tanah Sumatera. Bagaimana tegangnya saya saat bis naik ke kapal feri dan menyelinap di antara parkiran bis dan truk yang super padat. Hebat!</p>
<p>Kemudian di sekitar Lahat-Lubuk Linggau, tiba-tiba saja, PRAAAANG! Kaca bis kami dilempari batu dari luar, malam gelap gulita. Bis terus melaju dengan kencang. Sementara suami saya tetap tertidur pulas. Saya salah sebelumnya berkata padanya, tidak akan tidur karena ingin melihat sesuatu yang menegangkan. Makanya, berhati-hatilah kita jika bicara sobat..</p>
<p>Melewati indahnya Danau Singkarak, kemudian kami beristirahat di RM Siang Malam. Tahukah anda sobat, setiap kali bis kami barpapasan dengan bis lainnya, Pak sopir selalu say hay, silaturahmi yang baik antar sesama pengendara. Dan jika melewati kendaraan, akan dihiasi siulan panjang Pak kondektur. </p>
<p>Setelah sampai, keesokan harinya diadakan syukuran, mengundang para tetangga. Saya tidak mengerti bahasa Padang, namun mengerti arah pembicaraan yang hadir saat berbincang-bincang. Suasana yang hangat. Ah, saya jadi ingat Alm. Nenek Ramlan saat berkata yang membuat saya tersipu, &#8220;Lia itu indak rancak, maniah.&#8221;</p>
<p>Kami gemar berjalan kaki. Dari Lima Puluh Koto, kami menuju Lembah Harau sambil bergenggaman tangan, ehm. Lelah menempuh perjalanan, kami beristirahat di sebuah kedai menikmati Soto Padang. Rupanya logat Sunda saya terlalu kental, pemilik warung menebak dengan tepat daerah asal saya.</p>
<p>Di persimpangan, kaki sudah lemas juga. Kami naik cator menuju Harau yang indah sangat. Latar yang cantik tidak disia-siakan untuk bernarsis ria. Sayang sekali waktu itu saya belum mengenal bahwa di sini ada komunitas sepeda nanjak.  Sudah kebayang serunya. .. Pulang dari Harau, kami berjalan kaki kembali menuju rumah. Lelah kalau dihias cinta tidak terasa. Hehehe&#8230;</p>
<p>Giliran kami mengunjungi Ngalau. Sebuah gua yang terletak beberapa km dari Payakumbuh. Harus berjalan kaki sebelum tiba di sana. Sobat tidak perlu khawatir, meskipun gelap, banyak Uda yang menjadi guide dan menyewakan lampu senter. Stalaktit dan stalagmit tersaji dengan indahnya. Di salah satu ruangan, ada sebuah batu besar yang berbentuk seorang ibu yang dinamakan <em>Bundo Manangih</em>. Perihal sejarah peristiwanya saya sudah tidak ingat lagi.</p>
<p>Adik ipar saya, waktu itu masih kuliah di Unand. Jadilah saya ke sana naik bis cukup jauh, sekitar 4 jam dari Payakumbuh ke Padang. Melewati Lembah Anai. Sungai-sungai di sana bersih! Takjub saya! Di perjalanan, ada yang menjual<em> paragede</em>, seperti bakwan jagung. Dan panas sodaraku, fresh from the wajan. Maknyusss&#8230;</p>
<p>Setelah puas mengelilingi Unand, lanjut ke mall. Kami naik semacam metromini yang full colour dan full music yang kuencengg. Saya yang belum biasa, begitu turun kliung-kliung dah. Di sini agak panas, ngadem di dalam sambil jalan, window shopping. Hehehe&#8230;</p>
<p>Pulang lagi ke Payakumbuh. Ke pasar. Melihat keramaian di sana. Saya kagum melihat para Ibu menumbuk cabai dengan ulekan yang besarrr plus batu bulatnya. Jempoll. Ada juga penjual belut kering yang dikemas dengan tusuk sate.</p>
<p>Hal yang sangat kentara ketika memasuki Sumatera Barat adalah deretan Bagonjong yang menghiasi setiap rumah. Saya kangen berat suasananya. </p>
<p>Cuti suami saya sudah habis, sudah waktunya kembali ke Jakarta. Pertemuan pertama dan terakhir dengan Nenek, saat saya pamit karena beliau keburu meninggal sebelum cucunya lahir.</p>
<p>Kami berharap cerita perjalanan kami tidak hanya sampai di sini. Bahtera tempat kami menabung amal untuk kebahagiaan abadi. Mengendalikan setiap riak dan gelombang agar tetap bertahan, biarlah layar tetap terkembang hingga maut yang memisahkan. Berlayar adalah seni mengatur nada agar menjadi irama, sebuah simfoni yang tetap mengalun. Dengan lembut dan penuh cinta&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hijihawu.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hijihawu.wordpress.com/624/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=624&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hijihawu.wordpress.com/2012/09/07/kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca5e90340328a50126ea80efdbc51d67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hijihawu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejenak di Puncak Bogor</title>
		<link>http://hijihawu.wordpress.com/2012/09/04/sejenak-di-puncak-bogor/</link>
		<comments>http://hijihawu.wordpress.com/2012/09/04/sejenak-di-puncak-bogor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Sep 2012 15:46:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Puncak Bogor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hijihawu.wordpress.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Rupanya perjalanan kami dari Bandung di Hari Minggu yang lalu pada jam 06.00 pagi sudah terlalu siang, jam 08.00 sudah sampai di daerah Conggeang, lalu lintas masih lancar jaya. Mulanya hendak turun di Masjid At Ta&#8217;awun, ga jadi, parkir penuh, mlipir di pinggir ga nyaman, banyak sampah berserakan. Perjalanan dilanjutkan. Tepat di tikungan botol kecap [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=595&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/sejenak-di-puncak-bogor-by-hijihawu1.jpg"><img src="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/sejenak-di-puncak-bogor-by-hijihawu1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Sejenak di Puncak Bogor by Hijihawu" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-622" /></a><span id="more-595"></span></p>
<p>Rupanya perjalanan kami dari Bandung di Hari Minggu yang lalu pada jam 06.00 pagi sudah terlalu siang, jam 08.00 sudah sampai di daerah Conggeang, lalu lintas masih lancar jaya. Mulanya hendak turun di Masjid At Ta&#8217;awun, ga jadi, parkir penuh, mlipir di pinggir ga nyaman, banyak sampah berserakan. Perjalanan dilanjutkan.</p>
<p>Tepat di tikungan botol kecap besar, kendaraan terhenti kurang lebih satu jam. Benar-benar istirahat dah, kepala jadi senut-senut!  Selanjutnya sangat padat merayap, lebih banyak diamnya daripada melaju. Dan terus berlanjut hingga Cisarua. Jalan mulai lancar di sekitar Tajur, sebelum lanjut masuk Tol Ciawi.</p>
<p>Saya lupa jika bepergian di Hari libur, apalagi Puncak, macetnya benar-benar total. Gara gara iseng ngambil jalur lain, seharusnya lewat Jonggol, akibatnya tertahan lamaaa&#8230; Sampai di tujuan, puyengnya ampun-ampunan. Bayangkan saja, jika tidak ada aral melintang, seharusnya sekitar jam 09.00 atau jam 10.00 sudah sampai, karena tidak sesuai rencana, jadilah waktu bertambah 5 jam jadi jam 14.30. Mantap kan melarnya?!</p>
<p>Pengalaman guru yang terbaik, jika melakukan perjalanan, ikutilah rute yang seharusnya. Jika pun ingin mencoba sesuatu yang baru, pilih di waktu dan kondisi yang tepat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hijihawu.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hijihawu.wordpress.com/595/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=595&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hijihawu.wordpress.com/2012/09/04/sejenak-di-puncak-bogor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca5e90340328a50126ea80efdbc51d67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hijihawu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/sejenak-di-puncak-bogor-by-hijihawu1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sejenak di Puncak Bogor by Hijihawu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMANDANG LANGIT</title>
		<link>http://hijihawu.wordpress.com/2012/08/30/memandang-langit/</link>
		<comments>http://hijihawu.wordpress.com/2012/08/30/memandang-langit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2012 19:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Awan]]></category>
		<category><![CDATA[langit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hijihawu.wordpress.com/?p=549</guid>
		<description><![CDATA[Ku lihat awan Seputih kapas Arak-berarak di langit luas Andai ku dapat Ke sana terbang Akan ku raih ku bawa pulang Sahabat tentu ingat kan dengan irama dari syair lagu di atas? Lagu yang seringkali saya nyanyikan saat masih SD sesaat sebelum bel tanda pulang berbunyi. Dengan durasi pendek, saya ga kelamaan berdiri di depan [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=549&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ku lihat awan<br />
Seputih kapas<br />
Arak-berarak di langit luas<br />
Andai ku dapat<br />
Ke sana terbang<br />
Akan ku raih ku bawa pulang</p>
<p>Sahabat tentu ingat kan dengan irama dari syair lagu di atas? Lagu  yang seringkali saya nyanyikan saat masih SD sesaat sebelum bel tanda pulang berbunyi. Dengan durasi pendek, saya ga kelamaan berdiri di depan kelas. Hehe&#8230; Memandang wajah langit dengan berjuta pesonanya bahkan ketika ia menjadi kelabu itu luar biasa.. <span id="more-549"></span></p>
<p>Ada apa dengan awan? Jika suhu udara menurun, jumlah uap air yang dikandungnya akan berkurang. Oleh karena itu, jika udara yang hangat dan lembab menjadi dingin secara tiba-tiba, sebagian uap air yang terkandung di dalam udara akan menyatu dengan debu dan lain-lain dan menjadi butiran air dan es yang kecil. Material itu terapung di udara dan menjadi awan.</p>
<p>Perubahan uap air menjadi awan dapat terjadi karena :<br />
1. Udara di permukaan bumi dipanaskan dan melayang ke atas.<br />
2. Udara mendaki gunung tinggi bersama dengan angin.<br />
3. Udara hangat dan dingin bertabrakan mempermudah terbentuknya awan.*</p>
<p>Uap air adalah gas yang tidak tampak. Apabila dipanasi, udara yang mengandung uap air memuai dan naik. Udara mendingin dengan kecepatan satu derajat celsius setiap kali naik 100 meter. Udara dingin hanya menampung sedikit air. Air yang tidak tertampung akan mengembun menjadi titik air atau butir es. Apabila bertumpuk, terbentuklah awan.</p>
<p>Bentuk awan disesuaikan dengan tinggi dan rendahnya tempat awan terbentuk dan angin yang berhembus. Pada hari cerah, bentuk awan seringkali berubah. Tebal dan tipisnya awan, pun sudut cahaya yang meneranginya, membuat awan berbeda-beda warnanya. Cahaya matahari mudah melewati awan tipis, karenanya akan tampak cerah atau putih. Awan tebal sulit ditembus cahaya, sehingga akan berwarna gelap atau hitam.**</p>
<p><strong>Awan sirus</strong></p>
<p><a href="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/awan-sirus-by-hijihawu.jpg"><img src="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/awan-sirus-by-hijihawu.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Awan sirus by Hijihawu" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-613" /></a>Di tempat tertinggi, membuat sirus tampak seperti sayap yang membentang.</p>
<p><strong>Awan pesawat</strong></p>
<p><a href="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/awan-pesawat-by-hijihawu.jpg"><img src="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/awan-pesawat-by-hijihawu.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Awan Pesawat by Hijihawu" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-614" /></a>Pesawat yang melintas menyibak awan dan meninggalkan jejaknya.</p>
<p><strong>Awan Sirokumulus</strong></p>
<p><a href="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/awan-sirokumulus-by-hijihawu.jpg"><img src="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/awan-sirokumulus-by-hijihawu.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Awan Sirokumulus by Hijihawu" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-615" /></a>Tampak seperti sisik ikan.</p>
<p>Menjelang senja, hanya cahaya merah dalam spektrum cahaya matahari yang mencapai mata kita. Langit pun memerah saat matahari terbenam dan hari berganti menjadi malam.</p>
<p><a href="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/wajah-senja-by-hijihawu.jpg"><img src="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/wajah-senja-by-hijihawu.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Wajah Senja by Hijihawu" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-616" /></a></p>
<p><strong>&#8220;Allah. Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya. Dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hambaNya yang dikehendakiNya tiba-tiba mereka menjadi gembira. &#8221; (QS. AR RUUM 48)</strong></p>
<p><strong>Tidak akan pernah ada pertentangan antara Al Quran dengan pengetahuan.</strong></p>
<p>Seperti halnya saya, sukakah sahabat memandang langit?</p>
<p>*  Air dan udara, Elex Media Komputindo<br />
** Alam, Tira Pustaka</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hijihawu.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hijihawu.wordpress.com/549/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=549&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hijihawu.wordpress.com/2012/08/30/memandang-langit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca5e90340328a50126ea80efdbc51d67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hijihawu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/awan-sirus-by-hijihawu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Awan sirus by Hijihawu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/awan-pesawat-by-hijihawu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Awan Pesawat by Hijihawu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/awan-sirokumulus-by-hijihawu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Awan Sirokumulus by Hijihawu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/wajah-senja-by-hijihawu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wajah Senja by Hijihawu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FAJAR SYAWAL</title>
		<link>http://hijihawu.wordpress.com/2012/08/22/fajar-syawal/</link>
		<comments>http://hijihawu.wordpress.com/2012/08/22/fajar-syawal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Aug 2012 10:53:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hijihawu.wordpress.com/?p=579</guid>
		<description><![CDATA[Tarawih terakhir pada ramadhan tahun ini jatuh di hari bangsa ini memeringati kemerdekaan untuk 67 kalinya yang juga diproklamasikan di hari Jum&#8217;at saat kaum muslimin Indonesia tengah berpuasa.Sehari setelahnya genap pula usia saya sama dengan nomor rumah yang akan kami tempati di Kota Hujan. Hari berikutnya, tibalah saat seluruh muslimin dan muslimat merayakan Idul Fitri [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=579&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tarawih terakhir pada ramadhan tahun ini jatuh di hari bangsa ini memeringati kemerdekaan untuk 67 kalinya yang juga diproklamasikan di hari Jum&#8217;at saat kaum muslimin Indonesia tengah berpuasa.Sehari setelahnya genap pula usia saya sama dengan nomor rumah yang akan kami tempati di Kota Hujan. Hari berikutnya, tibalah saat seluruh muslimin dan muslimat merayakan Idul Fitri 1433 H.Tidak seperti biasa, malam di sekitar saya yang hening, menjadi hangat dengan takbir yang bergema bersahutan dari masjid. Anak-anak bergembira menaiki gerobak sambil takbir berkeliling.</p>
<p><a href="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/jamaah-shalat-id-by-hijihawu.jpg"><img src="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/jamaah-shalat-id-by-hijihawu.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="jama&#039;ah shalat id by hijihawu" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-596" /></a>Pagi di satu syawal sejuk dengan semilir angin. Masyarakat mulai berdatangan menuju masjid tempat kami melaksanakan Shalat &#8216;Id. Setelah khutbah, jama&#8217;ah bersilaturahim ke para tetangga dan berkumpul kembali bersama keluarga.<span id="more-579"></span></p>
<p>Telah berlalu tiga hari dari hari H, suasana di jalan masih lengang. Toko masih banyak yang tutup. Keramaian hanya terjadi di sekitar pusat perbelanjaan. Barangkali beberapa hari ke depan seiring berakhirnya libur lebaran dan anak-anak sudah masuk sekolah, kegiatan di masyarakat akan berjalan seperti biasanya.</p>
<p>Mengakhiri tulisan ini, saya dan keluarga mengucapkan</p>
<p><a href="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/fajar-syawal-by-hijihawu.jpg"><img src="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/fajar-syawal-by-hijihawu-e1345631424209.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" title="Fajar syawal by hijihawu" width="225" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-597" /></a>Selamat Idul Fitri 1433 H<br />
Semoga Allah menerima seluruh ibadah dan shaum kita. Berharap kita pun dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah. Aamiin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hijihawu.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hijihawu.wordpress.com/579/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hijihawu.wordpress.com&#038;blog=27513849&#038;post=579&#038;subd=hijihawu&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hijihawu.wordpress.com/2012/08/22/fajar-syawal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca5e90340328a50126ea80efdbc51d67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hijihawu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/jamaah-shalat-id-by-hijihawu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jama&#039;ah shalat id by hijihawu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hijihawu.files.wordpress.com/2012/08/fajar-syawal-by-hijihawu-e1345631424209.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Fajar syawal by hijihawu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
