CUNGCUING
Saya mengenal burung ini hanya dari suaranya saja yang sangat khas, mendayu-dayu melengking, dengan tempo yang lebih cepat pada akhir siulannya. Burung ini penuh misteri, karena seumur hidup, baru sekali ini, saya melihat wujudnya , ini pun masih sosok imut yang terjatuh dari pohon, belum mampu terbang.
Pernahkah sahabat mendengar perihal burung ini? Atau mungkin ia memiliki nama lain yang berbeda dari Cungcuing? Karena tidak pernah melihat dan kemungkinan ia juga jenis burung yang tidak suka narsis, saya tidak mengetahui padanan katanya dalam Bahasa Indonesia.
Berdasarkan informasi dari sahabat Ismail Agung, pemerhati satwa di Hutan Tangkoko, Sulawesi Utara, burung ini diketahui sebagai Burung Wiwik Uncuing.
Sayangnya kehadiran burung ini suka dikaitkan dengan hal-hal buruk, bahwa hadirnya, jika ia bertengger di atap rumah seseorang, akan ada orang yang meninggal dunia. Dengan kata lain, kedatangannya membawa berita kematian. Benar-benar kabar burung. Dapat sahabat bayangkan, seandainya kabar ini benar adanya, penduduk di sekitar saya telah habis! Karena di sekitar saya, hampir sepanjang hari, suara cungcuing dapat terdengar jelas ataupun samar dari kejauhan.
“Thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik, dan tiada seorang pun di antara kita kecuali (telah terjadi dalam hatinya sesuatu dari hal ini), hanya saja Allah menghilangkan dengan tawakkal kepadaNya.” (HR. Abu Dawud)
Thiyarah adalah merasa bernasib sial atau meramal nasib buruk karena melihat burung, binatang lainnya, atau apa saja.
Katakanlah, “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal.” (At-Taubah 51)
Sumber : Al Qur’an Terjemah Depag dan Tauhid Pemurnian Ibadah Kepada Allah, Syaikh Muhammad At Tamimi
Semoga bermanfaat.

April 7, 2012 pada 06:06
sya baru tahu namanya “cungcuing”….
mmg burung ini selalu saja dikaitkan dengan hal2 yg buruk ya padahal mah itu hanyalah rekaan manusia saja
April 8, 2012 pada 05:28
Itu versi Sunda Bens.
Versi Indonesia ternyata ia diketahui sebagai Burung Wiwik Uncuing.
Kasian juga ya burungnya, dikambing hitamkan atas hal-hal yang tidak baik…
April 7, 2012 pada 06:51
Kalau dikampungku, bunyi burung yg dikaitkan dng kematian Murai, Mb Lia. Oh namya cangcuing, ditempat tinggalku pagi2 alhamdulillah masih mendengar suara cangcuing. Kayakny burung pemalu yA
Jarang kelihatan
April 8, 2012 pada 05:36
Berbeda daerah, berbeda pula ya Mbak Vi mitos yang berlaku. Murai yang cantik itu mungkinkah pilu disalahkan atas kejadian buruk kepada seseorang?
Sepertinya ia burung yang rendah hati, tidak suka menampakkan diri. Lebih menyukai bertengger di rimbunnya pohon sekitar rumah Mbak Vi.
April 7, 2012 pada 07:27
Ada juga yang menandakan kematian itu gagak ya …
Ah, itu sih thiyarah hehe
April 8, 2012 pada 05:38
Itu mah sebelas dua belas El. Hehe…
Ah, kalo perkara beginian El sudah hapal di luar kepala.
April 8, 2012 pada 08:52
Oh, cungcuing teh gagak yaaa *orang Sunda gagal*
Perkaran apaan nih? hehe
April 8, 2012 pada 09:04
Satu kelas beda species.
Eta sok api-api, Kura-kura dalam perahu.
Pernah nyantri, Sudah pasti tau. Hehe…
April 8, 2012 pada 09:09
Pernah lho … cuma numpang tidur sebentar
April 8, 2012 pada 09:39
Yang sebentar yang bermakna ya El. Hehe…
Heran saya, balas komen via imel, malah nyasar ke blognya El yang Jodoh itu seperti duren, padahal halaman tidak ditemukan. Cekidot deh di komen terakhirnya dan di dashboard.
*Bingung saya…
April 8, 2012 pada 09:45
Ehhh, ternyata ada reply-nya juga…
*Semakin bingung…
April 8, 2012 pada 10:01
Oh, kirain sengaja komen di Jodoh itu Seperti Duren hehe. Ada kok, balasannya di tulisan itu
April 9, 2012 pada 08:45
Ada, tapi sudah invisible. Haha Bangets ya…
April 7, 2012 pada 09:40
kalau misalnya beranggapan akan ada tamu karena mendengar burung prenjak gimana mbak?
nenek saya suka percaya gitu
April 8, 2012 pada 05:48
Anggapan itu ada, karena seringnya burung tersebut muncul bersamaan dengan hadirnya tamu. Sehingga seolah memberi kabar akan ada yang datang. Padahal, segala sesuatu tidak ada yang kebetulan, semua sudah DigariskanNya.
Yang dilarang itu, ketika melihat burung tersebut, karena takut terjadi kesialan, menjadi mengurungkan niat. Wallahu ‘alam.
Kapasitas saya hanya menuliskan kembali Puch, silakan ditanyakan kembali kepada yang lebih berkompeten.
Terima kasih banyak.
April 7, 2012 pada 15:38
didieumah namina sit uncuing.. mitosnya juga sama…
keur ngaririncik hujan wengi terus pareum lampu nguping sora sit uncuing, sok rada muringkak bulu punduk … hadeuhh…
April 8, 2012 pada 05:50
Mung benten sakedik.
Muringkak pedah sepi jempling, anjeuna wungkul anu wantun ngahaleuang. hehe…
April 8, 2012 pada 21:07
sapertosnamah kitu Teh….
ngahaleuang ngelak dina tangkal kelewih jajalaneun…
Teh pami anak cungcuingna teras di kamanakeun ??
April 9, 2012 pada 08:48
Kawitna mah dikurungan, supados pami tos tiasa hiber bade dilepaskeun. Mung, enjingna tos teu aya, duka ku ucing atanapi aya nu ngaleupaskeun, panginten kirang nyaman aya cungcuing di buruan. Hehe…
April 9, 2012 pada 12:59
oh… teh leres teu panon sit-uncuing beureum ??
muhun jiganamah aya nu ngalepaskeun …
April 9, 2012 pada 13:34
Cokelat Kang. Mung duka pami jenis anu sejena mah, margi saurna aya sababaraha rupi.
April 9, 2012 pada 13:58
oh…
naha sanes di ingu Teh Li…!!
April 10, 2012 pada 05:57
Teu resep ngukut manuk Kang, hawatos.
April 10, 2012 pada 10:22
hehe.. muhun Teh .. karunya tapi didieu nuju demam manuk ayeunateh.. waduuhhh…
April 13, 2012 pada 07:32
Gravatar enggal….
Dilarang kabita.
April 13, 2012 pada 07:41
hehe… muhun Teh Li…
mudah mudahan henteu ksbita.. tapi duka hehe
April 17, 2012 pada 10:45
berkunjung kembali…
sepertinya Teh Li lagi sibuk ne…
belum ada lagi post barunya hehe…
April 17, 2012 pada 12:27
Masih di konsep, belum diterbitkan. Sementara belum ada yang baru, post yg lama mangga dilongok. Hehe..
April 17, 2012 pada 12:34
oh kitu muhun ateuh…
bade ieuge ngalongok ka post terdahulu hehe..
April 7, 2012 pada 17:41
Kalau bahasa Indonesia-nya Burung Wiwik Uncuing. Nama latinnya Cacomantis sepulcralis. Nama Inggris-nya Rusty-breasted Cuckoo.
Selain mitosnya yang jelek, perilakunya juga jelek. Burung wiwik termasuk burung parasit. Mereka tidak mengerami telurnya, melainkan disimpan dan dierami di sarang burung lain yang terlebih dahulu disingkirkan telur-telurnya.
April 8, 2012 pada 05:52
Seneng banget. ^^
Terima kasih banyak Ung informasinya.
April 8, 2012 pada 08:10
sami-sami :3
April 8, 2012 pada 09:58
versi hindunya: inilah KARMA bagimu wahai Wiwik
April 8, 2012 pada 21:12
Ada yang bilang burung ini sama dengan gagak, suaranya isyarat kematian. Tapi bagi aku sih suaranya kadang terdengar merdu, kadang menggangu
April 9, 2012 pada 08:53
Masih satu kelas. Mungkin saja artinya, wahaiii… calon penghuni kubur. Hehe… Kita semua memang akan mati kan, hanya waktunya saja yang menjadi rahasiaNya.
Sampai sekarang suara cungcuing sering terdengar Al, memang ia menyukai tempat sekitar saya.
Terima kasih kunjungannya ya..
April 9, 2012 pada 15:03
mampir ya gan : http://bmaster23.wordpress.com/2012/04/09/sulap-objek-foto-menjadi-kartu-untuk-android/
April 10, 2012 pada 05:54
Terima kasih.
April 9, 2012 pada 15:11
saya baru tau ada burung cungcing
namanya nyentrik
April 10, 2012 pada 05:53
Nyentrik dan misterius. Jarang keliatan.
Terima kasih kunjungannya…
April 27, 2012 pada 21:02
Burung Cungcuing kayaknya sama ya dengan burung gagak kalau disamakan dengan hal-hal yang buruk bakal menimpa nasib seseorang. Namun ketentuan diri setiap orang sudah ketentuan Allah SWT. Salam…..
Mei 2, 2012 pada 20:56
Cungcuing dan gagak masih satu keluarga, manusia saja yg menyimpulkan kehadiran kedua burung tsb membawa pertanda buruk. Padahal seperti yg Mbak Arum katakan, semua tidak terlepas dari Kehendak Allah SWT.
Salam kembali.
Juni 7, 2012 pada 21:12
hmm,,,,”
Juni 7, 2012 pada 23:12
Kenapa?