Ketika Iman Bertanya
Kutelusuri setiap sudut, setiap lorong, lama setelah ku pergi. Di manakah rumahku?
Tampak olehku tanahku, kini legam menghitam tertutupi karat-karat maksiat yang mengapa tidak lekas engkau bersihkan?
Aaaah, bukankah telah kutitipkan kepadamu. Pelihara aku! Jagalah rumahku! Apa yang engkau perbuat sehingga kilau bening cahaya ilmu tidak mampu singgah di tanahku?
Lalai! Ya, engkau telah lalai menyapu debu-debu tanahku dengan istihfar.
Nyanyian dan amarah telah menguasaimu!
Lekasss! Lekaslah bersihkan tanahku. Sebelum nafas berhenti dan ruh tercerabut dari dirimu. Dan harus kujumpai rumahku agar aku dapat bersemayam dan kembali menjadi cahaya ketika engkau menjalani setiap liku ganasnya hidupmu.
Ketahuilah, aku adalah iman yang harus hidup di tanah hatimu……
Oktober 25, 2011 pada 03:18
Kuatkanlah…..
Jangan biarkan lengah selalu singgah.
Karena tiada pernah tahu, kapan hidup ini akan berhenti…..
Hiks.
Oktober 25, 2011 pada 20:37
La Tahzan… (juga buat biah)
tak ada ujian Allah yang ringan…
Semua ujian Allah adalah berat…
Allah tau mana hambaNya yang kuat dan mana HambaNya yang lemah…
Dan biah ingin kalo biah adalah HambaNya yang kuat…
Tidak ada kata menyerah dan takut buat ujian Allah…
Dengan sholat,puasa dan sabar.
Insya Allah itu akan menjadi alat untuk menjadi hamba yang dicintai Allah….
Insya Allah ummi akan menjadi hamba yang dicintai Allah SWT.
Amiiinnnn
Oktober 26, 2011 pada 13:06
Aamiin.
Januari 25, 2012 pada 23:08
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? ……………….. (QS. Al-Ankabut: 2).
Lalu……Sudah Terujikah Iman Kita…?!
Januari 25, 2012 pada 23:45
Belum. Jauh, masih teramat jauh….
Mencapai istiqamah memerlukan kesungguhan….
Ini menjadikan agar saya selalu berusaha berkaca, bermuhasabah….
Semoga saja….