KATA MUTIARA DARI IBU ISTIAH
25 tahun setelah kepulangan Ibu Istiah, nenek saya yang tercinta, sebuah buku dengan sampul tebal dan kertas yang telah menguning, saya temukan. Buku yang berisi berbagai resep kue kering dengan tulisan sambung khas zaman dulu. Pandangan saya tertuju kepada sebuah coretan kecil tepat di sudut kiri atas halaman pertama.
Hari esok adalah suatu misteri yang harus kita hadapi dengan tabah dan keyakinandiri sendiri karena tanpa itu manusia akan dijajah oleh kondisi sosial lingkungan.

September 26, 2011 pada 09:19
Setuja….
Hari esok adalah misteri….
Hari ini adalah Rahmat…
Soo keep on blogging….
September 26, 2011 pada 23:19
Ikhtiar-do’a-tawakal. Fastabiqul khairat. Semangat!
Syukran atas izin dan supportnya.
Oktober 7, 2011 pada 06:41
Dunia sementara, akhirat selamanya…..
Belajar darimana saja….
Ditanah Batam ini,
banyak belajar… Bahwa silaturahim wajib dijaga…. Agar pada saat sakaratul maut, dapat mengucapkan
“Laa Illaha Illallah…..”
Oktober 7, 2011 pada 10:35
Silaturahim, menebar kasih sayang dg asmaNYA, menuai kebaikan dan rahmat.
September 16, 2012 pada 23:50
[...] sejak tulisan perdana saya, Kata Mutiara dari Ibu Istiah. Kemudian Sahabat dan Suatu Hari di Ganesha, hingga tulisan ini, saya baru menggelontorkan 52 [...]