HARUS BERDIRI

Seiring bertambah usia, ketangguhan fisik mulai menurun. Apalagi olah raga yang minim, membuat badan mudah merasa lelah. Teringat dulu saat masih imut berbelas-belas, naik turun gunung asik-asik saja, hiking hayu, berkemah apalagi. Sekarang? Harus dibuktikan lagi, meskipun sudah pesimis duluan. Hehe..

Saat kecil dulu, toko buku yang luas dan nyaman, baru ada
Gramedia saja. Meskipun cukup jauh dari rumah, menjadi tujuan belanja yang menyenangkan. Kami betah, saya dan ibu saya untuk berlama-lama di sana. Love u, Mom. Baca lebih lanjut

TOLEHAN MAUT

Selama ini saya biasa jadi boncenger, dibonceng Bapaknya anak-anak. Serunya jadi boncenger, pandangan leluasa, kiri kanan, depan asik-asik saja. Terkadang rasanya mendebarkan saat motor nyalip, atau nyelip di kemacetan. Kalau ngeri, saya merem, karena kalau dilihat dari belakang seperti mau duel kambing, sudah jelas truk tronton yang ada di depan. Hihi… Satu lagi nih puyengnya jadi boncenger, saat melibas jalan yang gerowak, alias berkubang tanpa air, kepala rasa dikocok. Ampun banget! Baca lebih lanjut

RUMAH MASA DEPAN

Di depan tempat saya berdiri, terhampar kebun lengkuas dan serai yang luas. Sejauh mata memandang, berderet rumpun bambu yang daunnya menghijau kembali setelah hujan sering menyapa tanah ini.

Pagi saat saya gowes bersama anak-anak menyusuri jalan yang membelah kebun, terdapat empat sampai lima kuburan. Mungkin ini tanah milik keluarga pikir saya waktu itu. Kemudian di beberapa tempat lainnya saya menemukan kembali kelompok kuburan dalam jumlah yang sama. Baca lebih lanjut